China Dilaporkan Berniat Buat Torpedo Poseidon Mini yang Mampu Capai Australia

Minggu, 24 Juli 2022 - 09:24 WIB
loading...
A A A
Apa yang berubah adalah desain ulang mendasar dari teknologi untuk membuatnya lebih stabil. Dan kemampuan untuk itu menjadi miniatur.

Guo mengatakan China akan membangun senjata dengan teknologi yang matang dan sederhana yang mudah digunakan dan dirawat, murah serta cocok untuk produksi massal.

"Kami harus berpikir out of the box," tambahnya.

Ini melibatkan menghilangkan sebagian besar perisai di sekitar reaktor. Akibatnya, hanya komponen elektronik sensitif yang akan terlindungi dari radiasi. Torpedo akan beroperasi dengan baterai selama setengah jam setelah diluncurkan. Hanya dengan demikian reaktor akan menyala hingga suhu operasi 315 Celcius.

Laporan itu juga menjelaskan reaktor tidak akan menggunakan mineral tanah jarang yang mahal dalam konstruksinya. Sebaliknya, itu akan dibangun dengan bahan yang lebih murah seperti grafit - yang terbakar selama bencana Chernobyl dan berkontribusi pada bencana radioaktif.

Hasilnya adalah power pack yang hanya membutuhkan 4kg bahan bakar uranium tingkat rendah. China mengatakan ini akan menghasilkan panas 1,4 megawatt, yang hanya 6 persen akan diubah menjadi listrik.

Baca juga: Negara-negara yang Bersengketa Wilayah dengan China

Daya pikat dari power pack sekecil itu adalah ia berpotensi dapat menggerakkan torpedo atau drone bawah air dengan kecepatan 56km/jam. Namun, South China Morning Post memberikan laporan yang bertentangan terkait daya tanbahnya (200 atau 400 jam).

Dikatakan torpedo akan memiliki jangkauan 10.000 km atau sekitar jarak dari Shanghai ke San Francisco dan Sydney.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Thailand Pesta Gol ke Gawang Laos, Rebut Puncak Klasemen dari Malaysia
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
6 Jenis Rudal Iran yang...
6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved