Foto Erdogan dengan Putin Dicap sebagai Tantangan bagi NATO

Minggu, 24 Juli 2022 - 00:15 WIB
loading...
Foto Erdogan dengan...
Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Turki Tayyip Erdogan bertemu di Teheran, Iran, 19 Juli 2022. Foto/REUTERS/Turkish Presidential Press Office
A A A
BERLIN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Annalena Baerbock menyebut foto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan baru-baru ini sebagai tantangan bagi NATO.

Gambar itu diambil selama pertemuan antara para pemimpin Rusia dan Turki di Iran.

Foto tersebut menampilkan tiga presiden, dengan tuan rumah Presiden Iran Ebrahim Raisi di tengah, berpegangan tangan dan tersenyum.

Baca juga: Ukraina Lanjutkan Ekspor Gandum dari Pelabuhan Meski Ada Serangan Rusia

Dalam wawancara dengan Bild yang diterbitkan pada Sabtu (23/7/2022), Baerbock mencatat, “Gambar ini lebih dari tidak dapat dipahami baginya, terutama dari sudut pandang anggota NATO.”

Selama menjadi bagian dari aliansi, Turki telah menyimpang dari negara anggota lain dalam memilih sikap netral dalam konflik Ukraina.

NATO secara keseluruhan dan resmi menganggap Rusia sebagai ancaman. “Fakta bahwa presiden Turki ada di foto ini adalah satu tantangan, secara halus,” papar dia.

Baca juga: Rusia Hancurkan Pangkalan Unit Black Hundred Ukraina, 300 Tentara Tewas

Menurutnya, foto tersebut membuktikan pentingnya berdiri bersama “dengan nilai-nilai mitra” yang “tidak hanya percaya pada aturan internasional, tetapi juga membela mereka.”

“Karena ada aktor-aktor lain yang tidak membela nilai-nilai kita, dan jika ragu-ragu mereka juga ikut-ikutan,” papar dia.

Negosiasi trilateral di ibukota Iran diadakan awal pekan ini sebagai bagian dari apa yang disebut Proses Perdamaian Astana, yang diluncurkan Moskow, Teheran dan Ankara pada 2017 dengan tujuan mencapai penyelesaian damai untuk konflik di Suriah.

Putin juga mengadakan pembicaraan bilateral dengan masing-masing rekannya. Situasi di Ukraina menjadi agenda kedua pertemuan tersebut.

Sementara itu, Turki, bersama dengan PBB, memainkan peran mediator dalam menengahi kesepakatan antara Rusia dan Ukraina untuk membuka blokir ekspor biji-bijian dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina.

Perjanjian tersebut, yang dijuluki Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai “mercusuar harapan, kemungkinan dan kelegaan,” ditandatangani pada Jumat di Istanbul, di hadapan Erdogan.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved