Giliran Bos CIA Bantah Kesehatan Vladimir Putin Memburuk

Kamis, 21 Juli 2022 - 15:13 WIB
loading...
Giliran Bos CIA Bantah...
Bos CIA menyatakan tidak ada informasi intelijen yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin dalam kondisi kesehatan yang buruk atau tidak stabil. Foto/news.harvard.edu
A A A
WASHINGTON - Direktur badan intelijen Amerika Serikat (AS), CIA , membantah spekulasi terkait kondisi kesehatan Presiden Rusia Vladimir Putin . Ia mengatakan, tidak ada informasi intelijen yang menyatakan bahwa Putin tidak stabil atau dalam kesehatan yang buruk.

Spekulasi terkait kondisi kesehatan Putin, yang akan berusia 70 tahun pada tahun ini, merebak di media. Putin diduga menderita kanker meski belum dikonfirmasi.

Namun bos CIA, William Burns mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan hal ini. Ia bahkan bercanda dengan menyebut Putin tampak "terlalu sehat".

"Ada banyak rumor tentang kesehatan Presiden Putin dan sejauh yang kami tahu dia terlalu sehat," kata Burns di Forum Keamanan Aspen di Colorado seperti dikutip dari BBC, Kamis (21/7/2022).

Menanggapi dengan tertawa, dia menambahkan bahwa ini bukan penilaian intelijen formal.

Burns, yang menjabat sebagai duta besar untuk Moskow, mengatakan dia telah mengamati dan berurusan dengan pemimpin Rusia itu selama lebih dari dua dekade.

"Putin adalah orang yang sangat percaya pada kontrol, intimidasi, serta pembalasan dendam dan sifat-sifat ini telah mengeras selama dekade terakhir karena lingkaran penasihatnya telah menyusut," kata bos CIA itu.

"Dia yakin bahwa takdirnya sebagai pemimpin Rusia adalah mengembalikan Rusia sebagai kekuatan besar. Dia percaya kunci untuk melakukan itu adalah menciptakan kembali lingkup pengaruh di lingkungan Rusia dan dia tidak dapat melakukannya tanpa mengendalikan Ukraina," imbuhnya.

Burns melakukan perjalanan ke Moskow pada bulan November untuk memperingatkan tentang konsekuensi serius menyerang Ukraina menyusul informasi intelijen yang dikumpulkan AS tentang rencana Rusia. Tetapi Direktur CIA mengatakan dia pergi "lebih bermasalah daripada ketika tiba".

Dikatakan oleh Burns bahwa rencana presiden Rusia didasarkan pada asumsi yang sangat cacat dan beberapa ilusi nyata terutama tentang Ukraina dan keinginan untuk melawan.

"Putin benar-benar mempercayai retorikanya. Saya pernah mendengar dia mengatakan ini secara pribadi selama bertahun-tahun bahwa Ukraina bukanlah negara nyata," ujarnya.

"Yah, negara-negara nyata melawan. Dan itulah yang telah dilakukan Ukraina," ucapnya.

Burns mengungkapkan AS memperkirakan bahwa korban Rusia di Ukraina sejauh ini telah mencapai sekitar 15.000 tewas dan mungkin 45.000 terluka. Dia memperkirakan bahwa kerugian Ukraina lebih sedikit.

Baca juga: Direktur CIA Perkirakan 15.000 Tentara Rusia Tewas di Ukraina

Dia menambahkan konsentrasi pasukan Rusia saat ini di Donbas menunjukkan bahwa militer itu telah belajar pelajaran yang sulit.

Bantahan terkait kondisi kesehatan Putin sebelumnya juga telah diungkapkan Panglima Militer Inggris.

"Saya pikir beberapa komentar bahwa dia tidak sehat atau bahwa sebenarnya seseorang akan membunuhnya atau membawanya keluar, saya pikir itu hanya angan-angan," kata Laksamana Tony Radakin.

“Sebagai profesional militer, kami melihat rezim yang relatif stabil di Rusia. Presiden Putin telah mampu menumpas oposisi apa pun, kami melihat hierarki yang ditanamkan pada Presiden Putin dan tidak ada orang di puncak yang mendapat motivasi untuk menantang Presiden Putin,” ujar Radakin.

"Dan itu suram," katanya lagi.

Baca juga: Panglima Militer Inggris: Rumor Putin Sakit dan Dapat Dibunuh Cuma Angan-angan

Rusia menginvasi Ukraina pada bulan Februari, mengklaim bahwa mereka yang menggunakan bahasa Rusia di wilayah Donbas timur Ukraina telah mengalami genosida dan perlu dibebaskan.

Lima bulan kemudian, Rusia telah menduduki bagian timur dan selatan negara itu, tetapi gagal dalam tujuan awalnya untuk merebut Kiev dan sejak itu mengklaim bahwa tujuan utamanya adalah pembebasan Donbas.

AS menuduh Rusia bersiap untuk mencaplok sebagian Ukraina.

Tetapi sebelumnya pada hari Rabu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyiratkan bahwa AS yang memasok senjata jarak jauh dapat memperluas fokus militer Moskow di Ukraina.

Terlepas dari peringatan yang jelas dari Lavrov, AS pada hari Rabu mengumumkan akan memberi Ukraina lebih banyak senjata jarak jauh.

"Ukraina akan menerima empat sistem roket canggih HIMARS untuk menahan kemajuan pasukan Rusia, sehingga jumlah totalnya menjadi 16," kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin.

Baca juga: AS Bersiap Kirim 4 Lagi Sistem Roket Canggih HIMARS ke Ukraina

Sementara itu, Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska berbicara kepada Kongres AS, meminta lebih banyak sistem pertahanan udara untuk membantu Ukraina menghentikan teror terhadap Ukraina.

Dia mengatakan senjata itu bisa membantu memastikan "kemenangan besar bersama".

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved