Pidato Perpisahan di Parlemen, Boris Johnson: Hasta La Vista Baby
Kamis, 21 Juli 2022 - 14:42 WIB
loading...
Perdana Menteri Inggris yang mengundurkan diri Boris Johson ucapkan kata-kata Hasta La Vista Baby dalam pidato perpisahannya dengan parlemen. Foto/India United Press
A
A
A
LONDON - Perdana Menteri Inggris yang mengundurkan diri, Boris Johnson , mengakhiri pidato perpisahannya kepada parlemen dengan mengutip pernyataan dari film legendaris Terminator.
Merefleksikan tiga tahun kepemimpinannya, dia mengatakan kepada anggota parlemen: "Kami telah membantu, saya telah membantu, membuat negara ini melalui pandemi dan membantu menyelamatkan negara lain dari barbarisme,".
"Dan terus terang, itu sudah cukup untuk berlangsung. Misi – sebagian besar tercapai. Untuk sekarang," imbuhnya seperti dikutip dari Metro, Kamis (21/7/2022).
Dia kemudian mengatakan 'Hasta la vista baby' yang disambut dengan suara tawa dan sorakan dari anggota parlemen Partai Konservatif.
Baca juga: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Mengundurkan Diri
Dalam kesempatan itu, ia juga memuji para kandidat yang tengah berjuang untuk menggantikannya. Mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Luar Negeri Liz Truss muncul sebagai dua kandidat terakhir yang bersaing untuk kepemimpinan Partai Konservatif setelah anggota parlemen partai mengadakan pemungutan suara penutup.
Johnson pun memberikan wejangan kepada para suksesornya untuk tetap dekat dengan Amerika Serikat, membela Ukraina, membela kebebasan dan demokrasi di mana-mana.
"Potong pajak dan deregulasi di mana Anda bisa untuk menjadikan ini tempat terbaik untuk tinggal dan berinvestasi...fokus pada jalan di depan tetapi selalu ingat untuk memeriksa kaca spion," ujarnya.
Baca juga: Menlu Inggris Liz Truss Incar Kursi Perdana Menteri, Janji Kalahkan Rusia
"Dan ingat, yang terpenting bukan Twitter, tapi orang-orang yang mengirim kita ke sini," ia menambahkan seperti dikutip dari SBS.
Boris Johnson, yang menjabat sebagai perdana menteri Inggris sejak Juli 2019, mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Kamis ketika pemerintahannya benar-benar kacau, dengan lebih dari 50 pejabat senior, termasuk sekretaris dan menteri, menanggalkan jabatan mereka.
Kejatuhan mendadaknya terjadi tak lama setelah Johnson berhasil selamat dari mosi tidak percaya di Parlemen bulan lalu.
Baca juga: Lengser, Ini 5 Skandal Terbesar yang Menghantam Boris Johnson
Merefleksikan tiga tahun kepemimpinannya, dia mengatakan kepada anggota parlemen: "Kami telah membantu, saya telah membantu, membuat negara ini melalui pandemi dan membantu menyelamatkan negara lain dari barbarisme,".
"Dan terus terang, itu sudah cukup untuk berlangsung. Misi – sebagian besar tercapai. Untuk sekarang," imbuhnya seperti dikutip dari Metro, Kamis (21/7/2022).
Dia kemudian mengatakan 'Hasta la vista baby' yang disambut dengan suara tawa dan sorakan dari anggota parlemen Partai Konservatif.
Baca juga: Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Mengundurkan Diri
Dalam kesempatan itu, ia juga memuji para kandidat yang tengah berjuang untuk menggantikannya. Mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Luar Negeri Liz Truss muncul sebagai dua kandidat terakhir yang bersaing untuk kepemimpinan Partai Konservatif setelah anggota parlemen partai mengadakan pemungutan suara penutup.
Johnson pun memberikan wejangan kepada para suksesornya untuk tetap dekat dengan Amerika Serikat, membela Ukraina, membela kebebasan dan demokrasi di mana-mana.
"Potong pajak dan deregulasi di mana Anda bisa untuk menjadikan ini tempat terbaik untuk tinggal dan berinvestasi...fokus pada jalan di depan tetapi selalu ingat untuk memeriksa kaca spion," ujarnya.
Baca juga: Menlu Inggris Liz Truss Incar Kursi Perdana Menteri, Janji Kalahkan Rusia
"Dan ingat, yang terpenting bukan Twitter, tapi orang-orang yang mengirim kita ke sini," ia menambahkan seperti dikutip dari SBS.
Boris Johnson, yang menjabat sebagai perdana menteri Inggris sejak Juli 2019, mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Kamis ketika pemerintahannya benar-benar kacau, dengan lebih dari 50 pejabat senior, termasuk sekretaris dan menteri, menanggalkan jabatan mereka.
Kejatuhan mendadaknya terjadi tak lama setelah Johnson berhasil selamat dari mosi tidak percaya di Parlemen bulan lalu.
Baca juga: Lengser, Ini 5 Skandal Terbesar yang Menghantam Boris Johnson
(ian)
Lihat Juga :