Ukraina Sebut Syarat Negosiasi Damai, Salah Satunya Rusia Kalah Perang
Selasa, 19 Juli 2022 - 07:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rusia Bisa Larang Total Propaganda LGBT, Dianggap Sama Hasutan Perang
Pada Juni, negosiator utama Ukraina David Arakhamia menyarankan Kiev yakin dapat mencapai "posisi yang menguntungkan" pada akhir Agustus setelah melakukan "operasi serangan balasan di daerah-daerah tertentu."
Pada Minggu, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang sekarang menjadi wakil ketua Dewan Keamanan negara itu, mengatakan tidak ada keraguan bahwa semua tujuan operasi militer negaranya di Ukraina akan tercapai.
Pada saat yang sama, dia mencatat “tindakan seperti itu tidak bersifat langsung,” mengacu pada beberapa pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya.
“Presiden telah berulang kali berbicara tentang ini, ada skenario tertentu tentang bagaimana operasi semacam itu berlangsung,” papar Medvedev.
Moskow dan Kiev memulai pembicaraan damai empat hari setelah dimulainya serangan militer Rusia di Ukraina pada akhir Februari.
Pada Juni, negosiator utama Ukraina David Arakhamia menyarankan Kiev yakin dapat mencapai "posisi yang menguntungkan" pada akhir Agustus setelah melakukan "operasi serangan balasan di daerah-daerah tertentu."
Pada Minggu, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang sekarang menjadi wakil ketua Dewan Keamanan negara itu, mengatakan tidak ada keraguan bahwa semua tujuan operasi militer negaranya di Ukraina akan tercapai.
Pada saat yang sama, dia mencatat “tindakan seperti itu tidak bersifat langsung,” mengacu pada beberapa pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya.
“Presiden telah berulang kali berbicara tentang ini, ada skenario tertentu tentang bagaimana operasi semacam itu berlangsung,” papar Medvedev.
Moskow dan Kiev memulai pembicaraan damai empat hari setelah dimulainya serangan militer Rusia di Ukraina pada akhir Februari.
Lihat Juga :