Rusia: Jika Serang Crimea, Ukraina Akan Hadapi Kiamat
Senin, 18 Juli 2022 - 09:56 WIB
loading...
Wakil Ketua Dewan Pertahanan Rusia Dmitry Medvedev sebut Ukraina akan menghadapi hari kiamat jika menyerang Crimea. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Wakil Ketua Dewan Pertahanan Rusia Dmitry Medvedev merespons ancaman serangan Ukraina terhadap Crimea. Dia mengatakan Kiev akan menghadapi hari kiamat jika benar-benar mewujudkan ancamannya.
"Beberapa badut berdarah yang gembira, yang muncul di sana dengan beberapa pernyataan sesekali, mencoba mengancam kami, maksud saya serangan ke Crimea dan sebagainya," kata Medvedev kepada sekelompok veteran Perang Dunia II di Volgograd, seperti dikutip dari kantor berita TASS, Senin (18/7/2022).
"Jika hal semacam itu terjadi, mereka akan menghadapi hari kiamat, sangat cepat dan sulit, segera. Tidak akan ada yang bisa menghindarinya," lanjut mantan presiden Rusia tersebut.
"Tapi mereka terus memprovokasi situasi umum dengan pernyataan seperti itu."
Baca juga: Dapat Pasokan Rudal AS, Ukraina Ingin Serang Crimea
Crimea dulunya bagian dari Ukraina. Namun, wilayah itu menggelar referendum pemisahan diri dan memilih bergabung dengan Federasi Rusia pada 2014 atau setelah terjadi kudeta di Kiev.
Ukraina dan sekutu Barat-nya tidak mengakui referendum itu dan menganggap Rusia menganeksasi Crimea.
"Beberapa badut berdarah yang gembira, yang muncul di sana dengan beberapa pernyataan sesekali, mencoba mengancam kami, maksud saya serangan ke Crimea dan sebagainya," kata Medvedev kepada sekelompok veteran Perang Dunia II di Volgograd, seperti dikutip dari kantor berita TASS, Senin (18/7/2022).
"Jika hal semacam itu terjadi, mereka akan menghadapi hari kiamat, sangat cepat dan sulit, segera. Tidak akan ada yang bisa menghindarinya," lanjut mantan presiden Rusia tersebut.
"Tapi mereka terus memprovokasi situasi umum dengan pernyataan seperti itu."
Baca juga: Dapat Pasokan Rudal AS, Ukraina Ingin Serang Crimea
Crimea dulunya bagian dari Ukraina. Namun, wilayah itu menggelar referendum pemisahan diri dan memilih bergabung dengan Federasi Rusia pada 2014 atau setelah terjadi kudeta di Kiev.
Ukraina dan sekutu Barat-nya tidak mengakui referendum itu dan menganggap Rusia menganeksasi Crimea.
Lihat Juga :