Kisah Seram Suku Kanibal Papua Nugini: Makan Jasad Musuh, Gunakan Tengkoraknya sebagai Bantal
Jum'at, 15 Juli 2022 - 22:04 WIB
loading...
A
A
A
Setelah dimodifikasi dan didekorasi sesuai dengan tradisi, tengkorak-tengkorak musuh menjadi ornamen dan akan dibanggakan sebagai pajangan di rumah-rumah panjang suku Asmat.
Mereka juga akan menempatkan tengkorak di bawah kepala mereka seperti bantal atau membelahnya menjadi dua dan menggunakannya sebagai mangkuk untuk diet rutin mereka dari otak hewan dan cacing sagu.
Namun, praktik barbar dihentikan selama tahun 1980-an.
Selama praktik barbar itu berlangsung, suku Asmat--yang membangun pemukimannya di dekat sungai untuk posisi serangan utama--juga mengambil rahang bawah musuh mereka bersama dengan bagian lain dari tulang belakang dan menghiasi diri mereka dengan liontin suram seperti piala.
Setelah kematian anggota suku lain, pelayat akan memotong kepala mendiang sebelum mengeluarkan otak dan mata.
Mereka percaya dengan menyumbat lubang hidung dan area hidung, mereka bisa mencegah roh jahat masuk ke dalam tubuh.
Mereka juga akan menempatkan tengkorak di bawah kepala mereka seperti bantal atau membelahnya menjadi dua dan menggunakannya sebagai mangkuk untuk diet rutin mereka dari otak hewan dan cacing sagu.
Namun, praktik barbar dihentikan selama tahun 1980-an.
Selama praktik barbar itu berlangsung, suku Asmat--yang membangun pemukimannya di dekat sungai untuk posisi serangan utama--juga mengambil rahang bawah musuh mereka bersama dengan bagian lain dari tulang belakang dan menghiasi diri mereka dengan liontin suram seperti piala.
Setelah kematian anggota suku lain, pelayat akan memotong kepala mendiang sebelum mengeluarkan otak dan mata.
Mereka percaya dengan menyumbat lubang hidung dan area hidung, mereka bisa mencegah roh jahat masuk ke dalam tubuh.
Lihat Juga :