Uni Eropa Bidik Emas Rusia untuk Paket Sanksi Berikutnya

Jum'at, 15 Juli 2022 - 21:08 WIB
loading...
Uni Eropa Bidik Emas...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Uni Eropa membidik emas Rusia untuk paket sanksi berikutnya. Foto/REUTERS
A A A
PRAHA - Uni Eropa akan menargetkan ekspor emas Rusia dalam paket sanksi berikutnya. Rencana ini diungkap seorang komisaris Uni Eropa pada Jumat (15/7/2022).

Uni Eropa sejauh ini telah menyetujui enam paket sanksi terhadap Rusia. Yang terakhir disahkan pada bulan Juni memberlakukan larangan pada sebagian besar impor minyak Rusia.

"Uni Eropa akan mencari cara-cara kita dapat menerapkan sanksi pada emas, yang merupakan komoditas penting untuk ekspor dari Rusia," kata Maros Sefcovic, Wakil Kepala Komisi Uni Eropa, di Praha.

"Segera setelah kami mencapai kesepakatan di tingkat negara-negara anggota, kami akan mempublikasikannya," lanjut dia menjelang pertemuan informal para menteri terkait Uni Eropa yang diadakan Ceko.

Baca juga: Jadi Tawanan Perang Separatis Pro-Rusia, Warga Inggris Tewas di Donetsk

Langkah tersebut menyusul larangan ekspor emas dari Rusia yang disepakati oleh negara-negara paling maju di dunia pada pertemuan G7 pada akhir Juni.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Olga Stefanishyna, yang menghadiri pertemuan di Praha, mendesak Uni Eropa untuk mengadopsi paket sanksi baru pada hari Kamis.

"Tidak ada yang membuat Rusia sejauh ini merasa bertanggung jawab atas kejahatannya," katanya kepada wartawan.

"Kami berharap paket sanksi ketujuh berikutnya akan memiliki potensi pembatasan yang kuat dan akan diambil tanpa penundaan lebih lanjut dan sesegera mungkin," kata Stefanishyna.

Sefcovic menambahkan Uni Eropa juga akan berusaha untuk menutup semua rute keluar bagi mereka yang ingin melewati sanksi.

"Ini tentu saja mekanisme yang sangat kompleks, jadi kita tidak hanya perlu mengatur, tetapi juga memeriksa, memantau, dan menutup tempat-tempat yang akan menciptakan platform untuk jalan keluar dengan cara tertentu," katanya.

Dia juga mengesampingkan pikiran kelelahan di antara anggota Uni Eropa yang membantu Ukraina, yang diinvasi Rusia pada 24 Februari.

"Saya belum pernah melihat persatuan dan upaya yang begitu kuat dari semua negara anggota untuk mencari semua kemungkinan cadangan, apakah kita berbicara tentang bantuan keuangan atau pasokan senjata," kata Sefcovic, seperti dikutip AFP.

"Meskipun sangat sulit, kami akan melanjutkannya karena orang-orang Ukraina yang berjuang untuk kebebasan mereka berada dalam situasi yang paling sulit," imbuh dia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved