Koalisi Pemerintahan Kolaps, PM Italia Akan Mengundurkan Diri
Jum'at, 15 Juli 2022 - 01:39 WIB
loading...
A
A
A
“Pertanyaannya kemudian adalah apakah tawaran pengunduran diri akan ditolak, dan Mattarella menyuruhnya kembali ke parlemen, karena dia masih memiliki mayoritas, atau Draghi mengatakan, ‘Pengalaman saya sudah berakhir dan saya sudah selesai,’” imbuhnya.
Gerakan Bintang Lima, yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Giuseppe Conte, memboikot pemungutan suara pada RUU biaya hidup sebesar 26 miliar Euro, dengan alasan bahwa dana yang disisihkan untuk membantu rumah tangga dan bisnis yang terkena inflasi dan kenaikan biaya energi tidak mencukupi.
RUU itu juga mencakup ketentuan yang memungkinkan otoritas Roma membangun insinerator besar untuk sampah ibukota Italia, sebuah proyek yang selalu ditentang oleh M5S.
Conte telah mengancam untuk menarik M5S, yang telah kehilangan setengah dukungannya sejak muncul sebagai partai terbesar di Italia dalam pemilihan umum 2018, dari koalisi Draghi selama berminggu-minggu.
Baca juga: Biden: Solusi 2 Negara Tidak Terlihat di Cakrawala
“Hari ini adalah episode pertama, dan sepertinya kisah itu akan mencapai klimaksnya minggu depan,” kata Francesco Galietti, pendiri Policy Sonar, sebuah konsultan di Roma.
“Draghi berhasil meloloskan RUU kontroversial, tetapi masalahnya adalah M5S abstain. Jadi dia pergi ke Mattarella, mungkin untuk menawarkan pengunduran dirinya. Bagaimanapun, mungkin akan ada mosi tidak percaya (pada mandat Draghi baru) minggu depan, dan kita perlu melihat apakah M5S akan mendukungnya,” sambungnya.
Gerakan Bintang Lima, yang dipimpin oleh mantan perdana menteri Giuseppe Conte, memboikot pemungutan suara pada RUU biaya hidup sebesar 26 miliar Euro, dengan alasan bahwa dana yang disisihkan untuk membantu rumah tangga dan bisnis yang terkena inflasi dan kenaikan biaya energi tidak mencukupi.
RUU itu juga mencakup ketentuan yang memungkinkan otoritas Roma membangun insinerator besar untuk sampah ibukota Italia, sebuah proyek yang selalu ditentang oleh M5S.
Conte telah mengancam untuk menarik M5S, yang telah kehilangan setengah dukungannya sejak muncul sebagai partai terbesar di Italia dalam pemilihan umum 2018, dari koalisi Draghi selama berminggu-minggu.
Baca juga: Biden: Solusi 2 Negara Tidak Terlihat di Cakrawala
“Hari ini adalah episode pertama, dan sepertinya kisah itu akan mencapai klimaksnya minggu depan,” kata Francesco Galietti, pendiri Policy Sonar, sebuah konsultan di Roma.
“Draghi berhasil meloloskan RUU kontroversial, tetapi masalahnya adalah M5S abstain. Jadi dia pergi ke Mattarella, mungkin untuk menawarkan pengunduran dirinya. Bagaimanapun, mungkin akan ada mosi tidak percaya (pada mandat Draghi baru) minggu depan, dan kita perlu melihat apakah M5S akan mendukungnya,” sambungnya.
Lihat Juga :