Segini Utang Sri Lanka yang Membuatnya Bangkrut dan Sekarang Kacau Balau
Senin, 11 Juli 2022 - 11:39 WIB
loading...
A
A
A
"Mungkin ada definisi teknisnya...dari sisi mereka bisa dianggap default. Posisi kami sangat jelas, sampai ada restrukturisasi utang, kami tidak bisa membayar," ujarnya.
Profesor Mick Moore dari University of Sussex dan mantan konsultan di Sri Lanka untuk Asian Development Bank mengatakan meskipun tampaknya Sri Lanka sedang berjuang dari dampak masalah ekonomi global, secara tegas bukan itu penyebabnya.
"Ini adalah krisis ekonomi paling buatan manusia dan sukarela yang saya tahu," katanya kepada program BBC Today.
Moore mengatakan pemerintahan sebelumnya telah meminjam uang untuk proyek-proyek infrastruktur."Kemudian bersikeras dengan cara yang sangat macho untuk membayar utang yang menumpuk, daripada merestrukturisasinya dengan kreditur," ujarnya.
"Pemerintah saat itu berjalan dengan cara ini sampai sekitar enam bulan yang lalu dan pada dasarnya mereka telah memberikan hampir semua valuta asing yang bisa mereka kuasai," imbuh dia. "Ini adalah inkompetensi yang mengerikan."
Negara tersebut telah memulai pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai bailout dan perlu menegosiasikan kembali perjanjian utangnya dengan kreditur.
Namun kondisi berubah menjadi semakin kacau setelah Presiden Rajapaksa dan PM Wickremesinghe sepakat mengundurkan diri pada Rabu nanti di tengah tekanan rakyat yang marah.
Kedua pemimpin itu telah melarikan diri dari kediamannya setelah diserbu ribuan demonstran. Mereka dilaporkan mengungsi di markas militer demi keselamatan.
Profesor Mick Moore dari University of Sussex dan mantan konsultan di Sri Lanka untuk Asian Development Bank mengatakan meskipun tampaknya Sri Lanka sedang berjuang dari dampak masalah ekonomi global, secara tegas bukan itu penyebabnya.
"Ini adalah krisis ekonomi paling buatan manusia dan sukarela yang saya tahu," katanya kepada program BBC Today.
Moore mengatakan pemerintahan sebelumnya telah meminjam uang untuk proyek-proyek infrastruktur."Kemudian bersikeras dengan cara yang sangat macho untuk membayar utang yang menumpuk, daripada merestrukturisasinya dengan kreditur," ujarnya.
"Pemerintah saat itu berjalan dengan cara ini sampai sekitar enam bulan yang lalu dan pada dasarnya mereka telah memberikan hampir semua valuta asing yang bisa mereka kuasai," imbuh dia. "Ini adalah inkompetensi yang mengerikan."
Negara tersebut telah memulai pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai bailout dan perlu menegosiasikan kembali perjanjian utangnya dengan kreditur.
Namun kondisi berubah menjadi semakin kacau setelah Presiden Rajapaksa dan PM Wickremesinghe sepakat mengundurkan diri pada Rabu nanti di tengah tekanan rakyat yang marah.
Kedua pemimpin itu telah melarikan diri dari kediamannya setelah diserbu ribuan demonstran. Mereka dilaporkan mengungsi di markas militer demi keselamatan.
(min)
Lihat Juga :