Rusia Peringatkan Barat Soal Nasib Senjata yang Dikirim ke Ukraina
Rabu, 06 Juli 2022 - 03:41 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan menteri Rusia ini datang segera setelah penyelidikan Russia Today mengungkapkan bahwa pengiriman bantuan mematikan dari Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara-negara NATO lainnya ke Ukraina menyebabkan munculnya web pasar gelap, di mana beberapa senjata dapat dibeli.
Para pedagang Ukraina mengklaim tidak hanya menawarkan senjata ringan atau pelindung tubuh, tetapi juga perangkat keras canggih seperti sistem anti-tank Javelin dan NLAW, serta drone peledak Phoenix Ghost dan Switchblade. Namun, tidak dapat sepenuhnya dikecualikan bahwa penjual sebenarnya tidak memiliki persediaan senjata, karena penyidik Russia Today tidak menyelesaikan pembelian apa pun.
Akhir bulan lalu, negara-negara G7 berjanji untuk memberikan dukungan kepada Ukraina dalam segala bentuk “selama yang dibutuhkan.” Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan bahwa negara mereka akan terus memasok senjata ke Kiev untuk memperkuat tangan mereka dalam perang dan negosiasi di masa depan.
Bulan lalu, kepala Interpol, Jurgen Stock, memperingatkan bahwa konflik di Ukraina akan mengakibatkan banyak senjata muncul di pasar gelap.
Baca juga: Pentagon: Ukraina Gunakan HIMARS Pemberian AS Serang Pos Komando Rusia
Para pedagang Ukraina mengklaim tidak hanya menawarkan senjata ringan atau pelindung tubuh, tetapi juga perangkat keras canggih seperti sistem anti-tank Javelin dan NLAW, serta drone peledak Phoenix Ghost dan Switchblade. Namun, tidak dapat sepenuhnya dikecualikan bahwa penjual sebenarnya tidak memiliki persediaan senjata, karena penyidik Russia Today tidak menyelesaikan pembelian apa pun.
Akhir bulan lalu, negara-negara G7 berjanji untuk memberikan dukungan kepada Ukraina dalam segala bentuk “selama yang dibutuhkan.” Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan bahwa negara mereka akan terus memasok senjata ke Kiev untuk memperkuat tangan mereka dalam perang dan negosiasi di masa depan.
Bulan lalu, kepala Interpol, Jurgen Stock, memperingatkan bahwa konflik di Ukraina akan mengakibatkan banyak senjata muncul di pasar gelap.
Baca juga: Pentagon: Ukraina Gunakan HIMARS Pemberian AS Serang Pos Komando Rusia
Lihat Juga :