Rusia Ungkap Jumlah Terbaru Tentara Bayaran Asing yang Tewas di Ukraina
Selasa, 05 Juli 2022 - 19:32 WIB
loading...
A
A
A
Juru bicara militer Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan bulan lalu bahwa hal terbaik yang bisa diharapkan tentara bayaran asing adalah "penjara jangka panjang."
Dia juga mengklaim upaya pejabat Ukraina untuk memberikan para pejuang asing perlindungan hukum dengan menambahkan mereka ke daftar Angkatan Bersenjata atau memberi mereka paspor Ukraina tidak akan menyelamatkan mereka dari penuntutan.
Dia mengungkapkan, “Ratusan tentara bayaran asing di Ukraina telah dibunuh senjata presisi jarak jauh Rusia tidak lama setelah kedatangan mereka di tempat di mana mereka menjalani pelatihan tambahan dan di mana unit taktis dikoordinasikan.”
Namun, kebanyakan dari mereka, menurut juru bicara itu, “Terbunuh karena tingkat pelatihan yang rendah dan kurangnya pengalaman tempur yang sesungguhnya.”
Data dari Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan 6.956 warga asing dari 64 negara tiba di Ukraina untuk menjadi pejuang pro-Kiev antara 24 Februari dan 17 Juni.
Sekitar 1.956 orang dari mereka telah tewas, sementara 1.779 orang telah meninggalkan negara itu, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.
Dia juga mengklaim upaya pejabat Ukraina untuk memberikan para pejuang asing perlindungan hukum dengan menambahkan mereka ke daftar Angkatan Bersenjata atau memberi mereka paspor Ukraina tidak akan menyelamatkan mereka dari penuntutan.
Dia mengungkapkan, “Ratusan tentara bayaran asing di Ukraina telah dibunuh senjata presisi jarak jauh Rusia tidak lama setelah kedatangan mereka di tempat di mana mereka menjalani pelatihan tambahan dan di mana unit taktis dikoordinasikan.”
Namun, kebanyakan dari mereka, menurut juru bicara itu, “Terbunuh karena tingkat pelatihan yang rendah dan kurangnya pengalaman tempur yang sesungguhnya.”
Data dari Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan 6.956 warga asing dari 64 negara tiba di Ukraina untuk menjadi pejuang pro-Kiev antara 24 Februari dan 17 Juni.
Sekitar 1.956 orang dari mereka telah tewas, sementara 1.779 orang telah meninggalkan negara itu, menurut Kementerian Pertahanan Rusia.
(sya)
Lihat Juga :