Usai Kehilangan Luhansk, Ukraina Pontang-panting Pertahankan Donetsk
Selasa, 05 Juli 2022 - 16:43 WIB
loading...
A
A
A
“Ini adalah kemenangan terakhir bagi Rusia di wilayah Ukraina,” ungkap Oleksiy Arestovych, penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan dalam video yang diposting online.
“Ini adalah kota-kota berukuran sedang. Dan ini berlangsung dari 4 April hingga 4 Juli, itu 90 hari. Banyak kerugian…,” papar dia.
Arestovych mengatakan selain pertempuran untuk Donetsk, Ukraina berharap melancarkan serangan balasan di selatan negara itu.
“Mengambil kota-kota di timur berarti 60% pasukan Rusia sekarang terkonsentrasi di timur dan sulit bagi mereka untuk diarahkan ke selatan,” ujar dia.
“Dan tidak ada lagi kekuatan yang bisa didatangkan dari Rusia. Mereka membayar mahal untuk Sievierodonetsk dan Lysychansk,” papar dia.
Beberapa pakar militer berpendapat kemenangan yang diperjuangkan dengan susah payah hanya membawa sedikit keuntungan strategis bagi pasukan Rusia, dan hasil dari apa yang disebut sebagai “pertempuran Donbas” tetap dalam keseimbangan.
“Saya pikir ini adalah kemenangan taktis bagi Rusia tetapi dengan biaya yang sangat besar,” ujar Neil Melvin dari think tank RUSI di London.
Dia membandingkan pertempuran itu dengan pertempuran besar untuk mendapatkan sedikit keuntungan teritorial yang menjadi ciri Perang Dunia I.
“Ini membutuhkan waktu 60 hari untuk membuat kemajuan yang sangat lambat,” papar dia.
Dia menambahkan, “Saya pikir Rusia mungkin menyatakan semacam kemenangan, tetapi pertempuran perang kunci masih belum datang.”
Melvin mengatakan pertempuran yang menentukan untuk Ukraina kemungkinan akan terjadi bukan di timur, di mana Rusia meningkatkan serangan utamanya, tetapi di selatan, di mana Ukraina telah memulai serangan balasan untuk merebut kembali wilayah.
“Di sinilah kita melihat Ukraina membuat kemajuan di sekitar Kherson. Ada serangan balik yang dimulai di sana dan saya pikir kemungkinan besar kita akan melihat momentum berayun ke Ukraina ketika mencoba untuk kemudian melakukan serangan balasan skala besar untuk mendorong Rusia kembali,” ungkap dia.
Zelensky mengatakan pada Senin (4/7/2022) bahwa meskipun melakukan penarikan pasukan Ukraina pada Minggu dari Lysychansk, tentaranya terus berjuang.
“Ini adalah kota-kota berukuran sedang. Dan ini berlangsung dari 4 April hingga 4 Juli, itu 90 hari. Banyak kerugian…,” papar dia.
Arestovych mengatakan selain pertempuran untuk Donetsk, Ukraina berharap melancarkan serangan balasan di selatan negara itu.
“Mengambil kota-kota di timur berarti 60% pasukan Rusia sekarang terkonsentrasi di timur dan sulit bagi mereka untuk diarahkan ke selatan,” ujar dia.
“Dan tidak ada lagi kekuatan yang bisa didatangkan dari Rusia. Mereka membayar mahal untuk Sievierodonetsk dan Lysychansk,” papar dia.
Beberapa pakar militer berpendapat kemenangan yang diperjuangkan dengan susah payah hanya membawa sedikit keuntungan strategis bagi pasukan Rusia, dan hasil dari apa yang disebut sebagai “pertempuran Donbas” tetap dalam keseimbangan.
“Saya pikir ini adalah kemenangan taktis bagi Rusia tetapi dengan biaya yang sangat besar,” ujar Neil Melvin dari think tank RUSI di London.
Dia membandingkan pertempuran itu dengan pertempuran besar untuk mendapatkan sedikit keuntungan teritorial yang menjadi ciri Perang Dunia I.
“Ini membutuhkan waktu 60 hari untuk membuat kemajuan yang sangat lambat,” papar dia.
Dia menambahkan, “Saya pikir Rusia mungkin menyatakan semacam kemenangan, tetapi pertempuran perang kunci masih belum datang.”
Melvin mengatakan pertempuran yang menentukan untuk Ukraina kemungkinan akan terjadi bukan di timur, di mana Rusia meningkatkan serangan utamanya, tetapi di selatan, di mana Ukraina telah memulai serangan balasan untuk merebut kembali wilayah.
“Di sinilah kita melihat Ukraina membuat kemajuan di sekitar Kherson. Ada serangan balik yang dimulai di sana dan saya pikir kemungkinan besar kita akan melihat momentum berayun ke Ukraina ketika mencoba untuk kemudian melakukan serangan balasan skala besar untuk mendorong Rusia kembali,” ungkap dia.
Zelensky mengatakan pada Senin (4/7/2022) bahwa meskipun melakukan penarikan pasukan Ukraina pada Minggu dari Lysychansk, tentaranya terus berjuang.
Lihat Juga :