Palestina Serahkan Peluru yang Tewaskan Jurnalis Abu Akleh ke AS

Minggu, 03 Juli 2022 - 09:16 WIB
loading...
Palestina Serahkan Peluru...
Palestina serahkan peluru yang tewaskan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh ke ahli forensik AS. Foto/Middle East Eye
A A A
YERUSALEM - Otoritas Palestina telah menyerahkan peluru yang menewaskan jurnalis terkemuka Al Jazeera keturunan Palestina-Amerika, Shireen Abu Akleh, kepada pihak berwenang Amerika Serikat (AS) untuk pemeriksaan forensik. Hal itu diungkapkan seorang pejabat Palestina .

Abu Akleh terbunuh pada 11 Mei lalu saat meliput serangan militer Israel di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki. Kematiannya memicu kemarahan Palestina dan kecaman internasional.

“Pihak-pihak terkait di negara Palestina setuju untuk mengizinkan pihak AS melakukan pekerjaan balistik pada peluru. (Peluru) itu diserahkan kepada mereka,” kata Akram al-Khatib, jaksa umum untuk Otoritas Palestina, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Palestina WAFA yang dikutip Middle East Eye, Minggu (3/7/2022).

Khatib mengatakan bahwa peluru itu diberikan kepada para ahli AS untuk pekerjaan teknis. Dia mengulangi penolakan Palestina untuk berbagi peluru itu dengan Israel.

Dia menambahkan bahwa Palestina menyambut baik partisipasi badan internasional untuk membantu Palestina mengkonfirmasi kebenaran.

"Kami percaya dan yakin dengan penyelidikan kami dan hasil yang telah kami capai," katanya.

Tidak ada komentar langsung dari pejabat diplomatik AS di Yerusalem.

Baca juga:I srael Kembali Desak Palestina Serahkan Peluru yang Menewaskan Abu Akleh

Investigasi oleh Otoritas Palestina dan PBB, serta beberapa penyelidikan jurnalistik, menemukan bahwa tembakan yang menewaskan Abu Akleh dilakukan oleh pasukan Israel.

"Kami menemukan bahwa tembakan yang membunuh Abu Akleh berasal dari pasukan keamanan Israel," kata juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB Ravina Shamdasani kepada wartawan di Jenewa.

"Sangat mengganggu bahwa pihak berwenang Israel tidak melakukan penyelidikan kriminal," ia menambahkan.

Kantor hak asasi PBB memeriksa materi foto, video dan audio, mengunjungi tempat kejadian, berkonsultasi dengan para ahli, meninjau komunikasi resmi dan mewawancarai saksi.

Penyelidikan memeriksa pengajuan dari tentara Israel dan jaksa agung Palestina.

Tetapi tentara Israel mencap temuan PBB itu tidak berdasar, bersikeras bahwa "tidak mungkin" untuk menentukan bagaimana Abu Akleh terbunuh.

“Investigasi IDF (Pasukan Pertahanan Israel) dengan jelas menyimpulkan bahwa Abu Akleh tidak sengaja ditembak oleh seorang tentara IDF dan tidak mungkin untuk menentukan apakah dia dibunuh oleh seorang pria bersenjata Palestina yang menembak tanpa pandang bulu atau secara tidak sengaja oleh seorang tentara IDF,” kata militer Israel.

Baca juga: Kutuk Pembunuhan Abu Akleh Oleh Isrel, Ratusan Selebriti Kecam Standar Ganda Barat

Penyelidikan resmi Palestina menemukan bahwa reporter senior saluran televisi yang berbasis di Qatar itu tewas setelah terkena peluru tepat di bawah helmnya.

Ditemukan bahwa Abu Akleh terbunuh dengan peluru penusuk lapis baja 5,56 milimeter yang ditembakkan dari senapan Ruger Mini-14.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bulan lalu telah berjanji untuk menuntut pertanggungjawaban atas pembunuhan Abu Akleh di mana pun faktanya mengarah.

"Kami mencari investigasi independen yang kredibel. Ketika investigasi itu terjadi, kami akan mengikuti fakta, ke mana pun mereka mengarah. Sesederhana itu," kata Blinken.

Militer, kantor perdana menteri dan kementerian pertahanan Israel tidak segera berkomentar ketika ditanya apakah Israel akan bekerja sama dengan penyelidikan AS dan, jika demikian, bagaimana caranya.

Menteri Pertahanan Benny Gantz pada bulan Mei mengatakan bahwa Israel siap untuk melakukan penyelidikan bekerja sama dengan aktor internasional.

Namun mereka mengatakan tidak dapat menentukan apakah dia ditembak secara tidak sengaja oleh seorang tentara Israel atau oleh seorang militan Palestina selama baku tembak tanpa memeriksa peluru untuk melihat apakah peluru itu cocok dengan senapan militer Israel.

Baca juga: Israel Identifikasi Senapan Tentaranya yang Diduga Pembunuh Shireen Abu Akleh

Presiden AS Joe Biden diperkirakan secara terpisah akan bertemu dengan para pemimpin Palestina dan Israel selama kunjungannya ke wilayah tersebut antara 13-16 Juli.

Rekaman video menunjukkan bahwa Abu Akleh (51) mengenakan rompi biru bertanda jelas "Press" ketika dia ditembak.

Setidaknya dua rekan yang bersamanya mengatakan mereka berada di bawah tembakan penembak jitu Israel tanpa berada di dekat militan.

(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved