alexametrics

Liga Arab: Aneksasi Israel atas Tanah Palestina Bisa Picu Perang Besar

loading...
Liga Arab: Aneksasi Israel atas Tanah Palestina Bisa Picu Perang Besar
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit dalam pertemuan DK PBB mengatakan bahwa aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat akan mengobarkan ketegangan dan membahayakan perdamaian di Timur Tengah. Foto/REUTERS
A+ A-
KAIRO - Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB mengatakan bahwa aneksasi Israel atas wilayah Tepi Barat akan mengobarkan ketegangan dan membahayakan perdamaian di Timur Tengah. Gheit menyebut, aneksasi ini juga dapat memicu perang, di dalam dan luar wilayah tersebut.

Gheit, dalam pertemuan tersebut, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (25/6/2020), mengatakan aneksasi juga akan memiliki konsekuensi yang lebih luas pada keamanan internasional di seluruh dunia.

(Baca juga: Israel Blokir Jalan-jalan Lokal Tepi Barat Menuju Lembah Jordan)



"Jika diimplementasikan, rencana aneksasi Israel tidak hanya akan merusak peluang perdamaian hari ini, tetapi juga akan menghancurkan prospek perdamaian di masa depan," katanya dalam pertemuan tersebut.

"Palestina akan kehilangan kepercayaan pada solusi yang dinegosiasikan, saya khawatir orang Arab juga akan kehilangan minat pada perdamaian regional. Sebuah realitas kelam baru akan mengatur vis a vis konflik ini dan di wilayah pada umumnya," sambungnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam pertemuan itu mendesak Israel membatalkan rencana pencaplokannya, sebuah seruan yang digemakan oleh hampir seluruh peserta pertemuan lainnya, termasuk sejumlah menteri dan wakil menteri.

(Baca juga: Komnas HAM Minta Presiden Batalkan Pembahasan Rancangan Perpres Tugas TNI)

"Aneksasi akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional, dengan sangat membahayakan prospek solusi dua negara dan melemahkan kemungkinan pembaruan perundingan," ujar Guterres.

Guterres mendesak Amerika Serikat (AS), Uni Eropa (UE) dan Rusia untuk segera mengambil peran mediasi mereka bersama dengan PBB sebagai bagian dari kuartet Timur Tengah dan menemukan kerangka kerja yang saling menguntungkan bagi para pihak untuk terlibat kembali, tanpa prasyarat, dengan PBB dan negara-negara utama lainnya.

(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak