4 Sultan Turki Utsmani yang Paling Lama Berkuasa
Selasa, 28 Juni 2022 - 15:23 WIB
loading...
A
A
A
Di masa ini, Dinasti Ottoman mulai membangun pusat pendidikan dengan memanggil para teolog dan cendekiawan ke Bursa untuk membangun pusat peradaban.
Dalam memperluas wilayah kekuasaan, Sultan Orhan I berhasil merebut kota-kota di daerah yang sekarang disebut sebagai Turki Barat Laut.
4. Abdul Hamid II
Sultan Abdul Hamid II memimpin Dinasti Ottoman dari tahun 1876 hingga 1909. Sultan ke-34 Kekaisaran Turki Utsmani ini lahir di Istanbul, 21 September 1842.
![4 Sultan Turki Utsmani yang Paling Lama Berkuasa]()
Pada masa pemerintahannya, terjadi banyak peristiwa penting ,seperti perang dengan Rusia pada tahun 1877. Pada saat itu juga pemerintahan Ottoman tengah dihadapkan di situasi gejolak ekonomi dan politik.
Kisahnya diabadikan dalam serial televisi berjudul Payitaht: Abdulhamid yang tayang di stasiun televisi nasional Turki, TRT 1.
Salah satu peristiwa yang terjadi di masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II adalah kisah saat masyarakat Aceh tidak boleh menunaikan ibadah haji oleh pemerintah kolonial Belanda.
Orang Aceh mengirimkan surat kepada Sultan Abdul Hamid II mengenai hal tersebut. Kemudian Sultan Abdul Hamid II langsung menghubungi Kedutaan Besar Belanda untuk menyelesaikan hal tersebut.
Dalam memperluas wilayah kekuasaan, Sultan Orhan I berhasil merebut kota-kota di daerah yang sekarang disebut sebagai Turki Barat Laut.
4. Abdul Hamid II
Sultan Abdul Hamid II memimpin Dinasti Ottoman dari tahun 1876 hingga 1909. Sultan ke-34 Kekaisaran Turki Utsmani ini lahir di Istanbul, 21 September 1842.

Pada masa pemerintahannya, terjadi banyak peristiwa penting ,seperti perang dengan Rusia pada tahun 1877. Pada saat itu juga pemerintahan Ottoman tengah dihadapkan di situasi gejolak ekonomi dan politik.
Kisahnya diabadikan dalam serial televisi berjudul Payitaht: Abdulhamid yang tayang di stasiun televisi nasional Turki, TRT 1.
Salah satu peristiwa yang terjadi di masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II adalah kisah saat masyarakat Aceh tidak boleh menunaikan ibadah haji oleh pemerintah kolonial Belanda.
Orang Aceh mengirimkan surat kepada Sultan Abdul Hamid II mengenai hal tersebut. Kemudian Sultan Abdul Hamid II langsung menghubungi Kedutaan Besar Belanda untuk menyelesaikan hal tersebut.
(sya)
Lihat Juga :