Media AS: Presiden Joe Biden Bayar Tagihan Putranya untuk Pelacur

Selasa, 28 Juni 2022 - 08:07 WIB
loading...
Media AS: Presiden Joe...
Presiden AS Joe Biden dilaporkan membayar tagihan putranya, Hunter Biden, untuk layanan pelacur. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Media Amerika Serikat (AS), Washington Examiner, mengungkap bahwa putra Presiden Joe Biden; Hunter Biden , menghabiskan lebih dari USD30.000 (lebih dari Rp444 juta) untuk layanan pelacur. Tagihan itu dibayar dari uang Joe Biden.

Laporan itu bersumber dari data yang ditemukan di laptop Hunter Biden.

Layanan pelacur atau dikenal dengan istilah escort berasal dari agensi model dengan kantor di Kiev dan Moskow.

Menurut laporan itu yang dilansir Senin (27/6/2022), Hunter Biden mengumpulkan tagihan lima digit antara November 2018 dan Maret 2019, di antara masa jabatan Joe Biden sebagai Wakil Presiden dan Presiden AS.

Baca juga: Heboh, Video Putra Presiden Joe Biden Telanjang Pegang Pistol Bersama Pelacur

Sepanjang periode itu, Joe Biden mengirimi putranya total USD100.000 untuk membantu membayar tagihannya, meskipun tidak jelas apakah Biden senior tahu untuk apa putranya menghabiskan uang itu atau tidak.

Pesan teks di hard drive laptop Hunter Biden dilaporkan menunjukkan percakapan dengan "Eva", seorang pekerja agensi model eksklusif bernama "UberGFE".

Dalam satu pertukaran pesan Februari 2019, Hunter memberi tahu Eva bahwa dia mengalami masalah dalam mengirim uangnya karena dia penggunaan alamat email .ru Rusia.

Hunter mengatakan bahwa alamat itu "ditandai" oleh banknya, dan mengakibatkan rekeningnya dibekukan.

Sebelum pertukaran pesan Hunter dengan Eva, Joe Biden mengirim putranya USD5.000 melalui CashApp, tiga jam sebelum Hunter memfilmkan dirinya berdebat dengan wanita escort tentang pembayaran.

Hunter yang tampaknya tidak dapat memenuhi tagihan USD9.500 selama 16 jam pada perusahaan wanita itu, dia mengirim pesan kepadanya untuk mencari sisa saldo selama enam minggu, sampai akhirnya terjadi pertukaran pesan dengan Eva.

Antara November hingga Maret, Eva dilaporkan mengarahkan Hunter untuk melakukan pembayaran ke rekening menggunakan alamat email .ru sebanyak 11 kali.

Selama waktu tersebut, klaim laporan Washington Examiner, Hunter juga mencari "dc russian escorts" di iPhone-nya.

UberGFE mengoperasikan situs web yang mengiklankan layanannya di AS, London, Paris, dan Dubai. Menurut Washington Examiner, versi situs yang lebih lama digunakan untuk mencantumkan alamat di Moskow, St Petersburg, dan Kiev. Situs tersebut kabarnya dibuat oleh pengembang di Kiev.

Pada saat bermesraan dengan pelacur, Hunter Biden duduk di dewan Burisma, sebuah perusahaan energi Ukraina yang membayarnya hingga USD50.000 per bulan meskipun dia tidak memiliki pengalaman di industri ini.

Menurut email dan pesan teks yang diperoleh dari laptopnya, yang dia tinggalkan di bengkel komputer Delaware di beberapa titik sebelum Oktober 2020, Hunter menjajakan akses ke ayahnya dengan klien di Ukraina dan China.

Selama ayahnya menjadi wakil presiden AS, Hunter membuat kesepakatan di mana keluarga Biden berdiri untuk menghasilkan puluhan juta dolar “berdasarkan perkenalan saja", dan lainnya yang melibatkan suap untuk “orang besar”–referensi yang jelas untuk Joe Biden.

Ketika konten laptop pertama kali dilaporkan oleh New York Post beberapa minggu sebelum pemilihan presiden 2020, tim kampanye Joe Biden awalnya menghapus laporan tersebut sebagai bagian dari kampanye “disinformasi”, yang berpotensi melibatkan Rusia.

Namun, keaslian komputer tersebut kemudian diverifikasi secara independen, dan New York Times dan Washington Post sekarang mengakui bahwa email Biden junior adalah asli.

Hunter Biden tidak membantah isi cerita Washington Examiner, melainkan mengirim pesan ke surat kabar itu untuk mengatakan "ada apa dengan Anda?"
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
4 Presiden Termiskin...
4 Presiden Termiskin di Dunia, Sumbangkan 90% Gajinya untuk Kaum Susah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved