Sekjen PBB Peringatkan Ancaman Krisis Kelaparan Global

Minggu, 26 Juni 2022 - 23:20 WIB
loading...
Sekjen PBB Peringatkan...
Sekjen PBB Peringatkan Ancaman Krisis Kelaparan Global. FOTO/Anadolu Agency
A A A
WASHINGTON - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat (24/6/2022) memperingatkan " krisis kelaparan global yang belum pernah terjadi sebelumnya". Ia mengatakan, tahun depan kondisi bisa lebih buruk.

"Perang di Ukraina telah menambah masalah yang telah muncul selama bertahun-tahun: gangguan iklim, pandemi COVID-19, dan pemulihan yang sangat tidak merata," kata Guterres dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Menteri PBB tentang ketahanan pangan.

Baca: Putin Respons Keras Tuduhan tentang Kelaparan Dunia

“Ada risiko nyata bahwa kelaparan ganda akan diumumkan pada 2022. Dan 2023 bisa lebih buruk lagi,” tambahnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Dia mengingat kunjungannya ke wilayah Sahel di Afrika bulan lalu. Saat itu Guterres diperingatkan oleh para pemimpin di sana bahwa "situasi berbahaya bisa berubah menjadi bencana" kecuali tindakan segera diambil.

Menurut Guterres, wilayah Tanduk Afrika juga mengalami kekeringan terburuk dalam beberapa dekade. Dalam dua tahun terakhir, jumlah orang yang sangat rawan pangan di seluruh dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 276 juta, menurut Program Pangan Dunia.

Baca: Paket Pangan Dermawan Redam Kelaparan di Afghanistan

Guterres mengatakan, harga pupuk dan energi naik pada tahun lalu, yang katanya akan berdampak pada semua panen termasuk beras dan jagung. Hal ini dikhawatirkan mempengaruhi miliaran orang di seluruh Asia, Afrika dan Amerika.

“Masalah akses pangan tahun ini bisa menjadi kelangkaan pangan global tahun depan,” katanya. "Tidak ada negara yang kebal terhadap dampak sosial dan ekonomi dari bencana seperti itu," lanjutnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved