Tentaranya Banyak yang Tewas, Ukraina Rekrut Narapidana dan Wanita

Minggu, 26 Juni 2022 - 00:30 WIB
loading...
A A A
Pria yang dia kenal bisa menghadapi tuntutan pidana atas perilaku ini, tetapi dia mengatakan bahwa itu masih lebih baik daripada pergi ke garis depan pertempuran.

Semua laki-laki, berusia antara 18 dan 60 tahun, telah diperintahkan tetap tinggal di negara itu dan ikut berperang setelah Rusia melancarkan serangan militernya pada akhir Februari.

Di pelabuhan Laut Hitam Odessa, beberapa penduduk setempat yang berusaha menghindari dipanggil untuk wajib militer, telah membuat saluran khusus di Telegram untuk berbagi data waktu nyata di area di mana selebaran pemberitahuan dibagikan di kota.

Kondisi kesehatan para rekrutan tampaknya juga tidak terlalu mengganggu otoritas Kiev.

“Pemeriksaan medis mencakup hanya empat dokter: Seorang ahli bedah, seorang ahli saraf, seorang psikiater, dan seorang dokter mata. Tidak ada pemeriksaan mendalam yang dilakukan. Dokter hanya bertanya, itu saja,” ujar seorang wajib militer kepada RT.

Orang-orang yang direkrut diberi pelatihan paling dasar, jika ada, dan terutama ditugaskan ke formasi pertahanan teritorial yang dimaksudkan untuk melaksanakan tugas jaga di garis depan.

Tetapi ada lebih banyak laporan dalam beberapa pekan terakhir tentang unit semacam itu dikirim ke Donbass untuk menghadapi pasukan Rusia yang terus maju.

Menurut undang-undang, yang telah diajukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, wanita Ukraina yang memegang pekerjaan tertentu sekarang juga harus mengikuti pendaftaran wajib militer, dan menghadapi denda jika mereka gagal melakukannya.

Memperoleh pekerjaan baru juga menjadi tidak mungkin tanpa surat-surat yang relevan dari tempat perekrutan tentara.

Perempuan-perempuan itu hanya dapat ditugaskan peran sipil di Kementerian Pertahanan, tetapi di beberapa bagian Ukraina, unit perempuan sukarelawan sedang dibentuk dengan tujuan untuk benar-benar pergi ke garis depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved