Kanselir Jerman Bersumpah Akan Terus Bantu Ukraina
Jum'at, 17 Juni 2022 - 02:42 WIB
loading...
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Kanselir Jerman Olaf Scholz berjabat tangan setelah konferensi pers setelah pertemuan mereka di Istana Mariinsky, Kiev, Kamis (16/6/2022). Foto/Al Arabiya/AFP
A
A
A
KIEV - Jerman akan terus memberikan dukungan militer ke Ukraina selama diperlukan. Demikian pernyataan Kanselir Jerman, Olaf Scholz, di Kiev di tengah kritik atas respons Berlin yang relatif lambat dalam pengiriman persenjataan.
“Kami mendukung Ukraina dengan pengiriman senjata. Kami akan terus melakukan itu selama diperlukan,” katanya pada konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan pemimpin Italia, Prancis, dan Rumania.
Kanselir Jerman itu tidak membuat janji senjata baru, tetapi menunjuk pada janji sebelumnya seperti perisai pertahanan udara Iris-T dan sistem roket peluncuran ganda MARS II.
“Ini persis tentang itu – kemungkinan untuk mengatur pertahanan dalam jarak yang lebih jauh dan semua yang terkait dengan semua senjata ini,” ujarnya.
Baca juga: Para Pemimpin Uni Eropa Ramai-ramai Sambangi Kiev, Ini Respons Kremlin
“Itulah yang dibutuhkan sekarang,” sambung Scholz seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (17/6/2022).
Jerman berada di bawah tekanan karena lambannya pengiriman senjata berat yang sebenarnya untuk mendukung Ukraina, dengan Zelensky awal pekan ini menyebut Berlin sebagai negara yang lamban dalam pasokan persenjataan.
Setelah pembicaraan mereka, Zelensky mengatakan dia menerima dukungan dari masing-masing pemimpin dan Jerman tidak terkecuali.
"Saya merasakan dukungan Olaf Scholz hari ini dan saya senang," katanya.
Baca juga: Ukraina Ungkap Alasan Tak Mau Negosiasi dengan Rusia
Zelensky menambahkan bahwa dia secara khusus menantikan penerimaan sistem Iris-T yang disebutnya sangat penting bagi Ukraina.
“Negara kami besar, wilayah yang sangat besar, itu sebabnya kami membutuhkan banyak sistem (anti-udara) dan saya yakin Jerman akan sangat membantu kami dengan itu,” katanya.
Sistem Iris-T telah disebut-sebut oleh Scholz sebagai sistem yang mampu melindungi seluruh kota besar Ukraina dari serangan udara Rusia.
Baca juga: AS Pantau Laporan Warganya Ditangkap Rusia di Ukraina
“Kami mendukung Ukraina dengan pengiriman senjata. Kami akan terus melakukan itu selama diperlukan,” katanya pada konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan pemimpin Italia, Prancis, dan Rumania.
Kanselir Jerman itu tidak membuat janji senjata baru, tetapi menunjuk pada janji sebelumnya seperti perisai pertahanan udara Iris-T dan sistem roket peluncuran ganda MARS II.
“Ini persis tentang itu – kemungkinan untuk mengatur pertahanan dalam jarak yang lebih jauh dan semua yang terkait dengan semua senjata ini,” ujarnya.
Baca juga: Para Pemimpin Uni Eropa Ramai-ramai Sambangi Kiev, Ini Respons Kremlin
“Itulah yang dibutuhkan sekarang,” sambung Scholz seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (17/6/2022).
Jerman berada di bawah tekanan karena lambannya pengiriman senjata berat yang sebenarnya untuk mendukung Ukraina, dengan Zelensky awal pekan ini menyebut Berlin sebagai negara yang lamban dalam pasokan persenjataan.
Setelah pembicaraan mereka, Zelensky mengatakan dia menerima dukungan dari masing-masing pemimpin dan Jerman tidak terkecuali.
"Saya merasakan dukungan Olaf Scholz hari ini dan saya senang," katanya.
Baca juga: Ukraina Ungkap Alasan Tak Mau Negosiasi dengan Rusia
Zelensky menambahkan bahwa dia secara khusus menantikan penerimaan sistem Iris-T yang disebutnya sangat penting bagi Ukraina.
“Negara kami besar, wilayah yang sangat besar, itu sebabnya kami membutuhkan banyak sistem (anti-udara) dan saya yakin Jerman akan sangat membantu kami dengan itu,” katanya.
Sistem Iris-T telah disebut-sebut oleh Scholz sebagai sistem yang mampu melindungi seluruh kota besar Ukraina dari serangan udara Rusia.
Baca juga: AS Pantau Laporan Warganya Ditangkap Rusia di Ukraina
(ian)
Lihat Juga :