Biden Hendak Temui Mohammed bin Salman, Jalan Kedubes Saudi Diganti Jamal Khashoggi
Kamis, 16 Juni 2022 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Tawakkol Karman, seorang aktivis dan penulis Yaman yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian, mengatakan pada upacara penggantian nama jalan bahwa kunjungan Biden mendatang berarti telah meninggalkan komitmennya untuk mendukung HAM di seluruh dunia.
Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif Democracy for the Arab World Now, sebuah kelompok HAM yang didirikan oleh Khashoggi, mengecam "penyerahan tak tahu malu" Biden.
Berdiri di depan kedutaan, dia berkata, "Kami bermaksud untuk mengingatkan orang-orang yang bersembunyi di balik pintu-pintu itu, kami bermaksud untuk mengingatkan mereka setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahwa ini adalah Jalan Jamal Khashoggi."
"Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka atas pembunuhan teman kami, seorang pria Saudi pemberani, Jamal Khashoggi, yang berani menantang tirani Mohammed bin Salman," ujarnya, seperti dikutip AFP, Kamis (16/6/2022).
Pemerintahan Biden mengeklaim telah mengambil pendekatan yang lebih keras daripada mantan presiden Donald Trump, yang akrab dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tetapi masih melihat kepentingan vital dengan Arab Saudi--produsen minyak utama pada saat harga energi melonjak.
Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif Democracy for the Arab World Now, sebuah kelompok HAM yang didirikan oleh Khashoggi, mengecam "penyerahan tak tahu malu" Biden.
Berdiri di depan kedutaan, dia berkata, "Kami bermaksud untuk mengingatkan orang-orang yang bersembunyi di balik pintu-pintu itu, kami bermaksud untuk mengingatkan mereka setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahwa ini adalah Jalan Jamal Khashoggi."
"Kami akan meminta pertanggungjawaban mereka atas pembunuhan teman kami, seorang pria Saudi pemberani, Jamal Khashoggi, yang berani menantang tirani Mohammed bin Salman," ujarnya, seperti dikutip AFP, Kamis (16/6/2022).
Pemerintahan Biden mengeklaim telah mengambil pendekatan yang lebih keras daripada mantan presiden Donald Trump, yang akrab dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tetapi masih melihat kepentingan vital dengan Arab Saudi--produsen minyak utama pada saat harga energi melonjak.
(min)
Lihat Juga :