Pengawas Nuklir PBB Desak Iran Lanjutkan Pembicaraan Nuklir yang Terhenti
Selasa, 14 Juni 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan 2015, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, memberi Iran bantuan dari sanksi ekonomi yang melumpuhkan dengan imbalan pembatasan aktivitas nuklirnya.
Tetapi pada tahun 2018, presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik diri dari pakta tersebut dan menerapkan kembali sanksi. Hal ini mendorong Iran untuk mulai membatalkan komitmennya sendiri.
Baca: Iran Ingin AS Cabut Beberapa Sanksi Sebelum Tercapainya Kesepakatan Nuklir
Pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan telah terhenti sejak Maret. Dalam wawancara dengan CNN, Grossi mengatakan, dia memberi tahu rekan-rekan Iran-nya” “Kita harus duduk sekarang, kita harus memperbaiki situasi, kita harus terus bekerja sama”.
“Satu-satunya cara bagi Iran untuk mendapatkan kepercayaan, kepercayaan yang sangat mereka butuhkan untuk memajukan ekonomi mereka adalah dengan mengizinkan inspektur IAEA hadir,” tegasnya.
Tetapi pada tahun 2018, presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik diri dari pakta tersebut dan menerapkan kembali sanksi. Hal ini mendorong Iran untuk mulai membatalkan komitmennya sendiri.
Baca: Iran Ingin AS Cabut Beberapa Sanksi Sebelum Tercapainya Kesepakatan Nuklir
Pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan telah terhenti sejak Maret. Dalam wawancara dengan CNN, Grossi mengatakan, dia memberi tahu rekan-rekan Iran-nya” “Kita harus duduk sekarang, kita harus memperbaiki situasi, kita harus terus bekerja sama”.
“Satu-satunya cara bagi Iran untuk mendapatkan kepercayaan, kepercayaan yang sangat mereka butuhkan untuk memajukan ekonomi mereka adalah dengan mengizinkan inspektur IAEA hadir,” tegasnya.
Lihat Juga :