Ngeri! Kereta Kiamat China Mampu Hujani Kota AS dan Eropa dengan Ratusan Nuklir
Minggu, 12 Juni 2022 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
Gagasan menyembunyikan rudal nuklir kompak, mirip dengan senjata yang digunakan oleh kapal selam nuklir, di kereta api bukanlah hal baru.
Konsep ini digunakan oleh Uni Soviet antara tahun 1987 dan 2005, dan militer Korea Utara (Korut) telah merilis gambar uji coba rudal berbasis kereta api pada tahun lalu.
Kantor berita Korea Utara, KCNA, merilis foto-foto yang menunjukkan rudal diluncurkan dari atas kereta yang dicat kamuflase di daerah pegunungan.
Namun pendekatan China – menggunakan kereta super cepat 220mph daripada rolling stock konvensional – membuat ancaman semakin besar dan meningkatkan prospek serangan yang memicu Perang Dunia Ketiga.
Baca juga: Pesawat Kiamat Putin Batal Terbang di Hari Kemenangan, Takut Disabotase?
“Dibandingkan dengan kereta api jarak jauh, kereta api berkecepatan tinggi beroperasi lebih cepat dan lebih lancar,” kata sebuah makalah dari para peneliti di Universitas Jiaotong Barat Daya di Chengdu.
“Ini berarti bahwa di rel berkecepatan tinggi, mobilitas, keamanan, dan penyembunyian kendaraan militer akan lebih besar,” sambung makalah itu.
Konsep ini digunakan oleh Uni Soviet antara tahun 1987 dan 2005, dan militer Korea Utara (Korut) telah merilis gambar uji coba rudal berbasis kereta api pada tahun lalu.
Kantor berita Korea Utara, KCNA, merilis foto-foto yang menunjukkan rudal diluncurkan dari atas kereta yang dicat kamuflase di daerah pegunungan.
Namun pendekatan China – menggunakan kereta super cepat 220mph daripada rolling stock konvensional – membuat ancaman semakin besar dan meningkatkan prospek serangan yang memicu Perang Dunia Ketiga.
Baca juga: Pesawat Kiamat Putin Batal Terbang di Hari Kemenangan, Takut Disabotase?
“Dibandingkan dengan kereta api jarak jauh, kereta api berkecepatan tinggi beroperasi lebih cepat dan lebih lancar,” kata sebuah makalah dari para peneliti di Universitas Jiaotong Barat Daya di Chengdu.
“Ini berarti bahwa di rel berkecepatan tinggi, mobilitas, keamanan, dan penyembunyian kendaraan militer akan lebih besar,” sambung makalah itu.
Lihat Juga :