Profil Nupur Sharma, Penghujat Nabi Muhammad yang Picu Kemarahan Dunia

Selasa, 07 Juni 2022 - 12:56 WIB
loading...
Profil Nupur Sharma,...
Juru bicara unit Delhi BJP Nupur Sharma (kanan) mengikuti pertemuan partai. Foto/Facebook/Nupur Sharma
A A A
NEW DELHI - Nupur Sharma memang jarang luput dari sorotan. Pada Minggu (5/6/2022), partai berkuasa India, BJP, menangguhkan juru bicara nasionalnya untuk "menunggu penyelidikan lebih lanjut" terkait penghinaan Nabi Muhammad.

Langkah BJP itu lebih dari sepekan setelah Polisi Mumbai mendaftarkan berita acara pemeriksaan (FIR) terhadapnya karena diduga menyakiti sentimen agama melalui pernyataannya tentang Nabi Muhammad bulan lalu selama debat berita televisi.

India menghadapi reaksi keras dari dunia Arab atas pernyataan Sharma dan kepala medianya di Delhi, Naveen Kumar Jindal, yang telah dipecat.

Siapakah Nupur Sharma?

Nupur Sharma adalah mantan juru bicara nasional Partai Bharatiya Janata (BJP). Dia diskors dari partai pada Juni 2022 karena pernyataannya tentang Nabi Muhammad selama debat di saluran berita.

Sebagai mahasiswa di Universitas Delhi, Nupur Sharma terlibat aktif dengan Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP), organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan RSS.

Pada tahun 2008, dia terpilih sebagai presiden organisasi dan juga mulai muncul di saluran berita. Nupur memiliki gelar master di bidang hukum dari London School of Economics.

Karier Nupur Sharma

Sebelum menjadi juru bicara unit Delhi BJP, Nupur Sharma bekerja dengan sayap pemuda partai selama bertahun-tahun.

Pada 2015, dia menjadi pusat perhatian ketika dia diberi tiket untuk bertarung melawan Arvind Kejriwal.

Meskipun Sharma kalah dalam pemilu dengan selisih 31.000 suara, karir politiknya melesat dari sana.

Pada 2020, dengan keahliannya dalam masalah hukum dan keterampilan bilingual, dia diangkat sebagai juru bicara nasional BJP di bawah Presiden BJP Nadda.

Penampilannya di debat televisi ditandai dengan pembelaannya yang kuat terhadap Hindutva.

Hujatan Nupur Sharma pada Nabi Muhammad

Pada Juni 2022, komentar Sharma selama debat di saluran berita tentang Nabi Muhammad membuatnya diskors dari partai.

Pernyataannya yang diduga menghina itu memicu kemarahan dari beberapa negara Teluk termasuk Oman, Qatar, dan Arab Saudi, yang meminta permintaan maaf resmi dari India.

Sharma kemudian menarik komentarnya dan, dalam pernyataan yang diposting di Twitter, mengatakan niatnya tidak untuk menyakiti siapa pun.

Arab Saudi, Qatar dan negara-negara lain di kawasan itu, serta Universitas Al-Azhar yang berpengaruh di Kairo Mesir, telah mengutuk pernyataan juru bicara partai pimpinan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi.

Dunia Marah

Kemarahan menyebar ke luar negeri hingga negara-negara Muslim di penjuru dunia tentang pernyataan tak bertanggung jawab tersebut.

Pada Minggu, Qatar menuntut agar India meminta maaf atas komentar "Islamofobia", ketika Wakil Presiden India Venkaiah Naidu mengunjungi negara Teluk yang kaya gas itu dalam upaya meningkatkan perdagangan.

“Iran mengikuti Qatar dan Kuwait dengan memanggil duta besar India untuk memprotes atas nama pemerintah dan rakyat," ungkap laporan kantor berita negara IRNA pada Minggu malam.

Universitas Al-Azhar, salah satu institusi Islam yang paling penting di dunia, mengatakan, “Komentar pejabat India itu adalah terorisme yang sebenarnya dan dapat menjerumuskan seluruh dunia ke dalam krisis dan perang yang mematikan.”

Liga Muslim Dunia yang berbasis di Saudi mengatakan, “Pernyataan itu dapat menghasut kebencian.”

Adapun Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Arab Saudi menyebutnya sebagai “tindakan keji.”

Baca juga: Kepolisian Mumbai Panggil Nupur Sharma, Penghujat Nabi Muhammad

Dalam kritik lebih lanjut terhadap pejabat India, Dewan Kerjasama Teluk, kelompok payung untuk enam negara Teluk, “mengutuk, menolak dan mencela” komentar tersebut.

Bahrain juga menyambut baik keputusan BJP untuk menangguhkan Sharma atas "provokasi terhadap perasaan Muslim dan hasutan untuk kebencian agama."

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Netanyahu Sebut Negara...
Netanyahu Sebut Negara Asia Ini Cinta Luar Biasa terhadap Israel
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved