Biden Deklarasikan AS Darurat Energi, Salahkan Rusia untuk Beragam Krisis
Selasa, 07 Juni 2022 - 08:53 WIB
loading...
Presiden AS Joe Biden berjalan melintasi South Lawn setelah turun dari Marine One saat kembali dari Rehoboth Beach, Delaware, dengan Ibu Negara di Gedung Putih, Washington, 5 Juni 2022. Foto/REUTERS/Elizabeth Frantz
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mendeklarasikan darurat energi pada Senin (6/6/2022). Dia mengatakan keamanan nasional dan kualitas hidup terancam oleh potensi kekurangan pasokan listrik.
Dia menyalahkan Rusia atas krisis lain, dengan mengatakan negaranya mungkin tidak dapat menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen. Dia juga menyalahkan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.
Biden menerapkan Undang-Undang Produksi Pertahanan, awalnya merupakan bagian dari upaya mobilisasi industri dalam menanggapi Perang Korea, untuk memacu produksi panel surya dalam negeri dan bentuk energi “bersih” lainnya untuk meningkatkan pasokan listrik.
Baca juga: Putin Ungkap Siapa Saja Penyebab Seluruh Dunia Menanggung Biaya Besar
“Banyak faktor yang mengancam kemampuan Amerika Serikat untuk menyediakan pembangkit listrik yang cukup untuk melayani permintaan pelanggan yang diharapkan,” ujar Biden dalam pernyataan daruratnya.
Baca juga: Mantan Analis CIA: Bantuan Militer AS Tak Ubah Situasi, Ukraina Sudah Kalah
Dia menyalahkan Rusia atas krisis lain, dengan mengatakan negaranya mungkin tidak dapat menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen. Dia juga menyalahkan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.
Biden menerapkan Undang-Undang Produksi Pertahanan, awalnya merupakan bagian dari upaya mobilisasi industri dalam menanggapi Perang Korea, untuk memacu produksi panel surya dalam negeri dan bentuk energi “bersih” lainnya untuk meningkatkan pasokan listrik.
Baca juga: Putin Ungkap Siapa Saja Penyebab Seluruh Dunia Menanggung Biaya Besar
“Banyak faktor yang mengancam kemampuan Amerika Serikat untuk menyediakan pembangkit listrik yang cukup untuk melayani permintaan pelanggan yang diharapkan,” ujar Biden dalam pernyataan daruratnya.
Baca juga: Mantan Analis CIA: Bantuan Militer AS Tak Ubah Situasi, Ukraina Sudah Kalah
Lihat Juga :