Mantan Analis CIA: Bantuan Militer AS Tak Ubah Situasi, Ukraina Sudah Kalah

Selasa, 07 Juni 2022 - 07:40 WIB
loading...
Mantan Analis CIA: Bantuan...
Peluncur rudal M142 HIMARS dioperasikan Angkatan Darat AS saat latihan Red Flag Alaska Exercises pada 2020. Foto/US Air Force
A A A
WASHINGTON - Bantuan militer AS tidak akan mengubah status quo di medan perang, menurut mantan analis CIA Larry Johnson.

Pada saat yang sama, keterlibatan Washington dalam kebuntuan Ukraina telah menjadi bumerang bagi ekonomi Amerika Serikat (AS) dan menempatkan mata uang dolar dalam bahaya, menurut dia.

AS menyediakan Ukraina dengan sejumlah besar persenjataan dan amunisi untuk memperkuat posisi Kiev di meja perundingan, menurut Presiden AS Joe Biden dalam opininya pada 31 Mei untuk The New York Times.

Baca juga: Serangan Udara Rusia Hancurkan Tank-tank yang Dipasok Asing di Kiev

Anggota tim perunding Ukraina dengan Rusia David Arakhamia mendukung posisi Biden pada 4 Juni. Dia menekankan Kiev akan melanjutkan pembicaraan damai hanya setelah persenjataan canggih tiba dari sekutu Barat.

Baca juga: Intel Jerman Yakin Rusia Segera Rebut Seluruh Donbass dalam 5 Pekan

Sementara itu, dalam beberapa pekan terakhir AS dan sekutunya telah menempatkan penekanan baru pada perlunya penyelesaian yang dinegosiasikan untuk mengakhiri konflik, menurut CNN.

Baca juga: Suriah Tuding Israel Lancarkan Serangan Rudal di Selatan Damaskus

“Dorongan yang muncul untuk perdamaian yang dinegosiasikan adalah pengakuan bahwa Kiev telah kalah perang,” ungkap Larry Johnson, seorang veteran CIA dan Kantor Kontra Terorisme Departemen Luar Negeri AS, yang memberikan pelatihan kepada satuan tugas Operasi Khusus Militer AS selama 24 tahun.

Joe Biden mengesahkan pengiriman batch pertama HIMARS ke Ukraina. Gedung Putih akan mengirim lebih banyak senjata ke Kiev setelah pengesahan paket bantuan militer senilai USD40 miliar.

Akankah bantuan ini menjadi pengubah permainan? Mengapa?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved