Pencarian Eril Dilakukan hingga 29 Km, Hasil Masih Nihil
Minggu, 05 Juni 2022 - 13:53 WIB
loading...
Pencarian terhadap Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Sungai Aare, Swiss, masih terus dilakukan hingga Sabtu sore. Foto/Instagram Nabila Ishma
A
A
A
BERN - Pencarian terhadap Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil , yang hilang di Sungai Aare, Swiss , masih terus dilakukan hingga Sabtu sore. Pencarian Eril dilanjutkan dalam koordinasi polisi maritim Bern.
"Dari keterangan polisi, pencarian telah mencakup 29 KM wilayah sungai Aare. Hingga Sabtu (4/6/2022) sore, pencarian belum membuahkan hasil yang diharapkan," kata KBRI Bern di Swiss seperti dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri, Minggu (5/6/2022).
Menurut KBRI, dalam beberapa hari ke depan, cuaca diperkirakan akan diliputi hujan dan badai terutama di daerah pegunungan, sehingga debit air sungai Aare akan terus meningkat.
Baca juga: Pencarian Eril Diintensifkan, Kerahkan Anjing Pelacak
"Metode pencarian yang terus dilakukan adalah dengan patroli perahu dan patroli darat. Sedangkan penggunaan metode lainnya akan sangat bergantung pada jumlah debit air, tingkat kekeruhan air, dan cuaca di sepanjang area pencarian yang dapat berubah sewaktu-waktu," terang KBRI Bern.
"Dari keterangan polisi, pencarian telah mencakup 29 KM wilayah sungai Aare. Hingga Sabtu (4/6/2022) sore, pencarian belum membuahkan hasil yang diharapkan," kata KBRI Bern di Swiss seperti dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri, Minggu (5/6/2022).
Menurut KBRI, dalam beberapa hari ke depan, cuaca diperkirakan akan diliputi hujan dan badai terutama di daerah pegunungan, sehingga debit air sungai Aare akan terus meningkat.
Baca juga: Pencarian Eril Diintensifkan, Kerahkan Anjing Pelacak
"Metode pencarian yang terus dilakukan adalah dengan patroli perahu dan patroli darat. Sedangkan penggunaan metode lainnya akan sangat bergantung pada jumlah debit air, tingkat kekeruhan air, dan cuaca di sepanjang area pencarian yang dapat berubah sewaktu-waktu," terang KBRI Bern.
Lihat Juga :