Kisah Rusia Gagal Membangun Kapal Induk Nuklir untuk Saingi AS

Kamis, 02 Juni 2022 - 21:11 WIB
loading...
A A A
Mengutip laporan 19fortyfive, Ulyanovsk pertama kali diletakkan pada tahun 1988 di Galangan Kapal Laut Hitam di Nikolayev (sekarang dikenal dengan nama Ukraina; Mykolaiv).

Para pemimpin Angkatan Laut Soviet berharap bahwa Ulyanovsk akan berfungsi sebagai jawaban atas penggunaan Grup Tempur Kapal Induk Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai salah satu instrumen utama kekuatan militernya di lautan dunia.

Meskipun statusnya direncanakan sebagai elemen penting dari Angkatan Laut Soviet yang berorientasi masa depan, runtuhnya sumber daya dan dana yang tersedia untuk mendukung pembangunan Ulyanovsk yang disebabkan oleh pecahnya Uni Soviet pada tahun 1991 menyebabkan kapal tersebut dijual sebagai barang bekas pada tahun 1992.

Pada saat proyek dibatalkan, Ulyanovsk sekitar 20 hingga 40% selesai, dan dijadwalkan akan selesai pada dekade itu.

Ulyanovsk Bakal Jadi Kapal Besar

Jika selesai, kapal induk kelas Ulyanovsk pertama Uni Soviet akan menjadi kapal besar dengan bobot 85.000 ton. Itu akan membawa hampir 70 pesawat, termasuk campuran Su-33 (versi berbasis kapal induk dari Su-27) dan pesawat tempur MiG-29K, pesawat peringatan dini udara Yak-44 (pengembangannya juga dibatalkan setelah Perang Dingin), serta berbagai varian Ka-27 yang dirancang untuk peperangan anti-kapal selam dan penyelamatan udara-laut.

Selain kontingen pesawat tersebut, Ulyanovsk dimaksudkan untuk memiliki 12 sistem rudal anti-kapal P-700 Granit, serta berbagai pertahanan udara, meriam anti-pesawat, dan sistem senjata senjata jarak dekat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved