Negara yang Memiliki Pesawat Anti-Kiamat, Ini Beragam Kehebatannya

Kamis, 02 Juni 2022 - 10:51 WIB
loading...
Negara yang Memiliki...
Pesawat kiamat milik Rusia memiliki banyak kehebatan. Foto/euractiv.com
A A A
MOSKOW - Pesawat anti-kiamat merupakan sebutan yang disematkan bagi pesawat supercanggih yang tahan terhadap serangan apa pun, termasuk nuklir.

Di dunia, baru ada 2 negara yang mempunyai pesawat ini. Berikut negara yang memiliki pesawat anti-kiamat.

1. Rusia

Baru-baru ini, Rusia sudah mulai mengerjakan proyek pesawat anti-kiamat atau anti-nuklir yang pernah berjaya di masa Uni Soviet.

Negara yang Memiliki Pesawat Anti-Kiamat, Ini Beragam Kehebatannya


Pesawat itu kembali dirancang untuk nantinya bisa menampung para pemimpin Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, saat kondisi perang nuklir di darat sedang memuncak.

Pesawat tersebut mengadopsi kerangka milik Il-96-400M dan dikerjakan Ilyushin, produsen pesawat terkemuka.

Pesawat tersebut juga akan menjadi pos komando jarak jauh, sehingga Presiden bisa memberikan perintah dari atas langit.

Disebutkan, pesawat anti-kiamat ini akan menggantikan Ilyushin Il-80 yang pernah ada. Pesawat baru Rusia ini didukung oleh teknologi yang sangat canggih dengan jangkauan terbang amat luas.

Bahkan, pesawat ini mampu melakukan pengisian bahan bakar di udara dan berkomunikasi dengan kapal selam yang berada di kedalaman 6.000 meter.

2. Amerika Serikat

Serupa dengan Rusia, Amerika Serikat juga memiliki pesawat anti-kiamat. Mengetahui Vladimir Putin telah menyiagakan pasukan nuklir, pesawat anti bom nuklir milik Angkatan Udara AS langsung disiapkan dan menggelar latihan di Nebraska pada 28 Februari 2022.

Negara yang Memiliki Pesawat Anti-Kiamat, Ini Beragam Kehebatannya


Pesawat tersebut berjenis Boeing-747 yang kemudian dimodifikasi menjadi Boeing E-4B. Pesawat itu merupakan armada yang telah dimiliki AS sejak tahun 1970-an dan populer dengan nama Nightwatch.

Fungsinya adalah sebagai markas komando bergerak jika terjadi perang nuklir. Boeing E-48 tidak memiliki jendela, namun dilengkapi dengan pelindung khusus yang akan melindungi penumpang dan awaknya dari efek termal nuklir.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Peserta SPPI Meninggal...
Peserta SPPI Meninggal Akibat TBC, Tim Seleksi Ungkap Pemeriksaan Awal hanya Terdeteksi Infeksi Paru
Berita Terkini
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved