Terungkap, Para Pejabat Top Israel Diam-diam Kunjungi Arab Saudi

Senin, 30 Mei 2022 - 08:08 WIB
loading...
Terungkap, Para Pejabat...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Para pejabat senior Israel telah mengunjungi Arab Saudi secara diam-diam dalam beberapa tahun terakhir. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Sebuah laporan mengungkap bahwa sejumlah pejabat senior Israel telah mengunjungi Arab Saudi secara diam-diam dalam beberapa tahun terakhir. Mereka termasuk Menteri Pertahanan Benny Gantz dan dua kepala Mossad terakhir.

Surat kabar Hayom yang berbasis di Israel mengungkap kunjungan rahasia itu dalam laporannya yang diterbitkan hari Minggu (29/5/2022).

Gantz melakukan kunjungan ke Arab Saudi ketika dia menjabat sebagai Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dari 2012 hingga 2016.

Pejabat lain yang mengunjungi Arab Saudi termasuk mantan kepala Mossad Yossi Cohen dan Tamir Pardo.

Baca juga: Pandangan Mohammed bin Salman soal Islam, Nabi Muhammad dan Kerajaan Arab Saudi

Hubungan Israel dengan Arab Saudi telah mendapat perhatian media dalam beberapa pekan terakhir menjelang kemungkinan kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Arab Saudi dalam tur Timur Tengah-nya pada akhir Juni nanti.

Laporan lain dari Globes, surat kabar bisnis berbahasa Ibrani, mengatakan lusinan pengusaha teknologi dan pebisnis Israel baru-baru ini terbang ke Arab Saudi untuk pembicaraan lanjutan tentang investasi Saudi di perusahaan Israel dan dana investasi Israel.

Israel dan Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, tetapi hubungan rahasia telah menghangat dalam beberapa tahun terakhir karena Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dilaporkan melihat Israel sebagai mitra strategis dalam perang melawan pengaruh Iran di wilayah tersebut.

Kerajaan Arab Saudi menahan diri dari menandatangani Kesepakatan Abraham yang ditengahi Washington pada tahun 2020 seperti yang diharapkan AS dan Israel, tetapi Riyadh diyakini telah memberikan lampu hijau ke Bahrain, di mana ia mempertahankan pengaruh yang menentukan, untuk bergabung dengan perjanjian normalisasi dengan Israel bersama Uni Emirat Arab, Maroko dan Sudan.

Selain itu, setelah perjanjian ditandatangani, Arab Saudi mulai mengizinkan maskapai Israel menggunakan wilayah udaranya untuk penerbangan ke dan dari UEA dan Bahrain.

Tetapi Israel belum menerima akses seperti itu untuk penerbangan ke India, Thailand, dan China, yang akibatnya jauh lebih lama dari yang seharusnya.

Menurut laporan Globes, para pebisnis dan pengusaha Israel yang baru-baru ini melakukan kunjungan ke Arab Saudi memasuki kerajaan dengan paspor Israel mereka yang berisi visa khusus.

Laporan itu mengatakan sejumlah kesepakatan, baik di sektor sipil dan pertahanan, telah ditandatangani antara Israel dan Saudi di Eropa dan negara-negara lain.

Itu termasuk kesepakatan multi-juta dolar di sektor teknologi pertanian dan kesepakatan kedua untuk solusi teknologi air Israel. Pejabat kerajaan, lanjut laporan Globes, telah mengikuti perkembangan dari dua kesepakatan ini.

Laporan itu lebih lanjut mengatakan Arab Saudi juga telah menyatakan minatnya pada solusi teknologi medis dan kesehatan Israel, serta produk dari negara Yahudi tersebut.

Laporan itu muncul beberapa minggu setelah Arab Saudi dilaporkan berencana mengalokasikan jutaan dolar untuk investasi di perusahaan teknologi Israel melalui perusahaan ekuitas swasta baru milik Jared Kushner, menantu mantan presiden AS Donald Trump dan mantan penasihat senior Gedung Putih.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved