Buka Blokade Rusia Atas Pelabuhan Ukraina atau Dunia Dilanda Kelaparan
Kamis, 26 Mei 2022 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
“Ini seharusnya bisa bekerja sebagai koalisi negara-negara yang bersedia, dan bukan proyek Organisasi Perjanjian Atlantik Utara yang akan membuat Putin mengklaim itu adalah provokasi NATO lainnya,”kata Keane.
Keane menegaskan, AS punya pengalaman sejenis. Negara itu pernah mengerahkan sekutu untuk misi semacam itu dua kali dalam beberapa dekade terakhir. Pada akhir 1980-an, AS menandai dan melindungi kapal tanker minyak Kuwait saat mereka berlayar keluar dari Teluk Persia selama perang kapal tanker Iran-Irak. Pemerintahan Trump memimpin koalisi serupa jika lebih sederhana pada tahun 2019 untuk melindungi kapal tanker minyak yang bergerak melalui Selat Hormuz.
Baca juga: Sekjen PBB: Dunia Hadapi Ancaman Perang Dingin Baru
Menjelang bulan keempat invasi yang belum memperlihatkan tanda-tanda berhenti, WSJ mengkhawatirkan akan adanya peningkatan derita ekonomi, dan kekurangan pangan akan segera berubah menjadi tekanan politik di seluruh dunia.
“Jika Putin tidak mau menyerah, dunia beradab harus menemukan cara untuk mematahkan blokade makanan terhadap Ukraina,”tulis WSJ.
Keane menegaskan, AS punya pengalaman sejenis. Negara itu pernah mengerahkan sekutu untuk misi semacam itu dua kali dalam beberapa dekade terakhir. Pada akhir 1980-an, AS menandai dan melindungi kapal tanker minyak Kuwait saat mereka berlayar keluar dari Teluk Persia selama perang kapal tanker Iran-Irak. Pemerintahan Trump memimpin koalisi serupa jika lebih sederhana pada tahun 2019 untuk melindungi kapal tanker minyak yang bergerak melalui Selat Hormuz.
Baca juga: Sekjen PBB: Dunia Hadapi Ancaman Perang Dingin Baru
Menjelang bulan keempat invasi yang belum memperlihatkan tanda-tanda berhenti, WSJ mengkhawatirkan akan adanya peningkatan derita ekonomi, dan kekurangan pangan akan segera berubah menjadi tekanan politik di seluruh dunia.
“Jika Putin tidak mau menyerah, dunia beradab harus menemukan cara untuk mematahkan blokade makanan terhadap Ukraina,”tulis WSJ.
(ian)
Lihat Juga :