Pembantai 21 Orang di Texas Posting Ancaman Mengerikan 15 Menit sebelum Beraksi

Kamis, 26 Mei 2022 - 09:13 WIB
loading...
Pembantai 21 Orang di...
Kerabat korban penembakan massal berkumpul di SD Robb di Uvalde, Texas. Sebanyak 19 siswa dan 2 guru dibantai pria bersenjata pada Selasa sore. Foto/REUTERS
A A A
UVALDE - Pria bersenjata yang membantai 19 anak dan 2 guru di Texas, Amerika Serikat (AS), mem-postingancaman mengerikan di Facebook 15 menit sebelum beraksi.

Pelaku pembantaian dengan tembakan itu diketahui bernama Salvador Ramos (18). Penembakan massal ini terjadi Selasa sore waktu setempat.

Gubernur Texas Greg Abbott, seperti dikutip Reuters, Kamis (26/5/2022), mengatakan Ramos benar-benar menjalankan ancaman yang dia posting di Facebook.

Ramos, lanjut Abbott, juga mem-posting pesan yang mengatakan dia akan menembak neneknya.

Baca juga: Mengerikan, 15 Orang Tewas Ditembaki di SD Texas!

Dalam posting pertama, dikirim 30 menit sebelum Ramos pergi ke sekolah, dia mengatakan akan menembak neneknya.

Posting kedua berbunyi; "Saya menembak nenek saya".

Posting ketiga, dikirim sekitar 15 menit sebelum penembakan massal, berbunyi: "Saya akan menembak sebuah sekolah dasar."

Dia tidak merinci sekolah mana dalam posting tersebut, dan tidak jelas kepada siapa posting itu ditujukan.

Neneknya, yang Ramos tembak di wajahnya sesaat sebelum menyerang SD Robb di Uvalde, selamat dan menelepon polisi.

Ramos melarikan diri dari rumah yang dia tinggali bersama kakek-neneknya dan menabrakkan mobilnya di dekat SD Robb.

Dia kemudian memasuki sekolah itu melalui pintu belakang membawa senapan serbu dan mengenakan perlengkapan taktis.

Baca juga: Sadis, Pelaku Penembakan Massal SD Texas Bantai Guru dan Murid Satu Kelas

Menurut pihak berwenang, dia membarikade dirinya sendiri di ruang kelas empat, dan membunuh siswa serta guru sebelum dia ditembak mati oleh petugas Patroli Perbatasan AS.

Sebanyak 17 orang lainnya menderita luka yang tidak mengancam jiwa.

Abbott mengatakan posting Facebook adalah satu-satunya peringatan awal dari pembantaian itu. Dia menambahkan bahwa Ramos tampaknya tidak memiliki catatan kriminal atau riwayat masalah kesehatan mental.

Ramos membeli dua senapan dan ratusan peluru beberapa hari sebelum serangan. Hal itu diungkap beberapa outlet berita yang mengutip seorang senator negara bagian yang telah diberi pengarahan oleh penegak hukum.

Serangan itu, yang terjadi 10 hari setelah seorang supremasi kulit putih menembak 13 orang di sebuah supermarket di lingkungan yang sebagian besar berkulit hitam di Buffalo, telah menyalakan kembali perdebatan nasional mengenai undang-undang senjata AS.

Dalam pidato prime-time pada Selasa malam, Presiden Joe Biden menyerukan pembatasan keamanan senjata baru.

“Sebagai bangsa, kita harus bertanya kapan dengan nama Tuhan kita akan berdiri di lobi senjata,” katanya, suaranya meninggi.

Tetapi undang-undang baru tampaknya tidak mungkin disahkan di Washington.

Hampir semua Republikan di Kongres menentang pembatasan senjata baru, mengutip jaminan Konstitusi AS tentang hak untuk memanggul senjata, dan tidak ada tanda bahwa pembantaian akan mengubah posisi itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved