Turki Gelar Serangan Militer Baru di Suriah Utara, Ini Targetnya

Selasa, 24 Mei 2022 - 08:50 WIB
loading...
Turki Gelar Serangan...
Tentara Turki membangun tenda dalam salah satu operasi militer. Foto/Turkeys Defense Ministry/Facebook
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan negaranya akan segera meluncurkan operasi militer baru di Suriah utara.

Meskipun dia tidak memberikan informasi secara spesifik, serangan itu kemungkinan akan menargetkan daerah-daerah yang dikuasai milisi Kurdi yang didukung Amerika Serikat (AS).

Serangan militer itu telah dilakukan Turki pada tiga kesempatan sejak 2016.

Baca juga: Penjaga Keamanan Dibunuh di Kedutaan Besar Qatar di Paris

“Kami akan segera mengambil langkah-langkah baru mengenai bagian yang tidak lengkap dari proyek yang kami mulai di zona aman sedalam 30 km yang kami buat di sepanjang perbatasan selatan kami,” papar Erdogan setelah rapat kabinet, dilansir AP.

Baca juga: Anggota NATO akan Kirim Rudal Anti-Kapal Harpoon ke Ukraina, Ini Kehebatannya

"Target utama dari operasi ini adalah daerah yang menjadi pusat serangan ke negara kami dan zona aman," ujar dia, menurut Reuters.

Baca juga: Media Ungkap Rencana Militer AS di Arktik Bernilai Miliaran Dolar

“Operasi akan dimulai setelah militer, intelijen, dan pasukan keamanan Turki menyelesaikan persiapan mereka,” ungkap Erdogan tanpa merinci lebih lanjut.

Ankara telah mengirim pasukan ke Suriah tiga kali, dimulai dengan Operasi Perisai Eufrat pada 2016.

Serangan terbaru, Operasi Mata Air Perdamaian 2019, disambut dengan sanksi AS dan perang kata-kata antara Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Turki saat ini mengendalikan sebagian dari provinsi Aleppo, Raqqa dan Hasakah di Suriah, selain mendukung militan di Idlib.

Bulan lalu, Turki juga mengirim pasukan ke Irak, menargetkan milisi Kurdi di wilayah utara Metina, Zap, dan Avasin-Basyan dalam apa yang disebut Operasi Claw-Lock.

Baghdad mengutuk operasi itu sebagai pelanggaran kedaulatan Irak, tetapi tidak dapat berbuat apa-apa.

Turki menuduh milisi Kurdi Suriah YPG memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah ditetapkan Ankara sebagai organisasi teroris.

Sejak 2015, AS telah menggunakan YPG sebagai basis Pasukan Demokratik Suriah (SDF), milisi proksi yang dipersenjatai dan dipasok untuk memerangi teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS).

YPG menyangkal mengakui wilayah yang dibebaskan pemerintah Suriah di Damaskus, yang ingin digulingkan Washington.

Didukung sebanyak 2.000 tentara AS, SDF saat ini menguasai bagian timur laut Suriah, termasuk sebagian besar sumur minyak dan tanah subur.

Erdogan baru-baru ini menyuarakan keberatannya terhadap Finlandia dan Swedia yang bergabung dengan NATO, karena dua pemerintah Skandinavia itu telah memberikan suaka politik kepada sejumlah aktivis Kurdi yang dianggap Turki sebagai teroris.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Berita Terkini
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved