John Bolton: Trump Siap Dukung Israel Bombardir Iran
Senin, 22 Juni 2020 - 08:17 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun Bolton tidak menyebut Israel menggunakan kekuatan terhadap Iran, Trump menanggapi dengan mengatakan bahwa dia akan mendukung Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk melakukannya.
"Anda beri tahu Bibi (Netanyahu) bahwa jika dia menggunakan kekuatan, saya akan mendukungnya. Saya mengatakan kepadanya, tetapi Anda mengatakan kepadanya lagi," kata Trump kepada Bolton saat itu.
Bolton juga mengatakan bahwa dalam pertemuan Oktober 2018 di Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin meragukan bahwa Israel dapat menyerang Iran.
"Israel, katanya, tidak dapat melakukan aksi militer terhadap Iran sendirian karena tidak memiliki sumber daya atau kemampuan, terutama jika orang-orang Arab bersatu di belakang Iran, yang tidak masuk akal," tulis Bolton, seperti dikutip The Jerusalem Post, Senin (22/6/2020). (Baca: Bolton: Trump Minta Bantuan Presiden China agar Menang Pilpres 2020 )
Putin ragu bahwa penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran itu produktif, tetapi Bolton mengatakan kepadanya; "Iran tidak mematuhi perjanjian itu, mencatat hubungan antara Iran dan Korea Utara pada reaktor di Suriah yang dihancurkan Israel pada 2007 dan mengatakan kami dengan hati-hati mengawasi bukti-bukti bahwa kedua proliferator itu bekerja sama bahkan (sampai) sekarang. Dalam hal apa pun, penerapan kembali sanksi terhadap Iran telah memakan banyak korban, baik di dalam negeri maupun dalam hal masalah internasional mereka."
"Anda beri tahu Bibi (Netanyahu) bahwa jika dia menggunakan kekuatan, saya akan mendukungnya. Saya mengatakan kepadanya, tetapi Anda mengatakan kepadanya lagi," kata Trump kepada Bolton saat itu.
Bolton juga mengatakan bahwa dalam pertemuan Oktober 2018 di Kremlin, Presiden Rusia Vladimir Putin meragukan bahwa Israel dapat menyerang Iran.
"Israel, katanya, tidak dapat melakukan aksi militer terhadap Iran sendirian karena tidak memiliki sumber daya atau kemampuan, terutama jika orang-orang Arab bersatu di belakang Iran, yang tidak masuk akal," tulis Bolton, seperti dikutip The Jerusalem Post, Senin (22/6/2020). (Baca: Bolton: Trump Minta Bantuan Presiden China agar Menang Pilpres 2020 )
Putin ragu bahwa penarikan AS dari perjanjian nuklir Iran itu produktif, tetapi Bolton mengatakan kepadanya; "Iran tidak mematuhi perjanjian itu, mencatat hubungan antara Iran dan Korea Utara pada reaktor di Suriah yang dihancurkan Israel pada 2007 dan mengatakan kami dengan hati-hati mengawasi bukti-bukti bahwa kedua proliferator itu bekerja sama bahkan (sampai) sekarang. Dalam hal apa pun, penerapan kembali sanksi terhadap Iran telah memakan banyak korban, baik di dalam negeri maupun dalam hal masalah internasional mereka."
Lihat Juga :