Rusia: Demokrat AS Gunakan Keuntungan Biolab Ukraina untuk Dana Kampanye

Jum'at, 13 Mei 2022 - 08:01 WIB
loading...
A A A
Kirillov juga menyebut Pfizer, Moderna, Merck, dan Gilead sebagai "perusahaan farmasi besar" yang terlibat dalam skema ini, menggunakannya untuk menguji obat sambil melewati standar keamanan internasional.

Kirillov berpendapat cara ini mengurangi biaya penelitian dan pengembangan mereka. “Peningkatan keuntungan farmasi memungkinkan para pemimpin Partai Demokrat menerima kontribusi keuangan tambahan untuk kampanye pemilihan dan menyembunyikan distribusi mereka,” ujar dia.

“Menggunakan Ukraina sebagai uji coba secara efektif di luar kendali internasional dan memanfaatkan kapasitas teknologi perusahaan farmasi transnasional, Pentagon telah secara signifikan memperluas potensi penelitiannya tidak hanya di bidang pembuatan senjata biologis, tetapi juga memperoleh informasi tentang resistensi antibiotik dan keberadaan antibodi untuk penyakit tertentu pada populasi wilayah tertentu,” ungkap Kirillov.

Kepala Komite Investigasi Rusia Alexander Bastrykin mengatakan kepada RT pekan lalu bahwa lembaganya telah "dengan jelas mengidentifikasi" orang-orang Amerika yang terlibat dalam penelitian biologi militer di Ukraina, termasuk karyawan Departemen Pertahanan AS dan beberapa perusahaan yang memiliki hubungan dengan Pentagon.

“AS telah menghabiskan lebih dari USD224 juta untuk program biologi di Ukraina antara tahun 2005 dan awal 2022,” ujar Bastrykin.

Militer Rusia telah menunjukkan bukti keterlibatan pemerintah AS dalam biolab Ukraina sebelumnya.

Pada akhir Maret, Kirillov menunjukkan slide yang menunjukkan putra Presiden AS Joe Biden saat ini, Hunter Biden, terlibat dalam pengadaan dana untuk beberapa proyek.

Kirillov juga mempresentasikan dokumentasi yang menunjukkan Kiev tertarik melengkapi drone untuk distribusi patogen yang dipersenjatai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Dr. Suzanne Huurman,...
Dr. Suzanne Huurman, Satu-Satunya Kepala Medis Perempuan di Piala Dunia 2026
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved