Kasus Covid-19 Melonjak, Negara Bagian Australia Ini Perluas Keadaan Darurat

Minggu, 21 Juni 2020 - 12:53 WIB
loading...
Kasus Covid-19 Melonjak,...
Negara bagian Australia memperluas keadaan darurat setelah kasus terjadi lonjakan kasus Covid-19. Foto/Ilustrasi
A A A
MELBOURNE - Negara bagian terpadat kedua di Australia , Victoria, memperpanjang keadaan darurat selama empat minggu hingga 19 Juli pada Minggu (21/6/2020). Kebijakan ini diambil saat negara bagian itu berjuang melawan lonjakan infeksi virus Corona dengan peningkatan transmisi di masyarakat.

Langkah itu dilakukan sehari setelah negara itu mengumumkan akan memberlakukan kembali pembatasan pengunjung ke rumah tangga menjadi lima orang dan pertemuan luar ruangan menjadi 10, mulai Senin esok. Pembatasan telah dilonggarkan untuk memungkinkan 20 orang di rumah tangga dan pertemuan publik pada tanggal 1 Juni.

Victoria melaporkan 19 kasus infeksi baru pada hari ini, hari kelima kenaikan kasus sebanyak dua digit. Negara bagian Australia itu sekarang memiliki 1.836 total kasus yang dikonfirmasi, atau seperempat dari kasus di Australia, sejak pandemi Covid-19 meletus.

Menteri Kesehatan Negara Bagian Jenny Mikakos mengatakan 210 dari kasus di negara bagian itu diyakini terkait dengan transmisi di masyarakat, sebagian menyalahkan keluarga yang telah mengadakan pesta besar, makan siang dan makan malam yang dihadiri oleh orang-orang dengan gejala ringan sejak pembatasan mereda pada 1 Juni.

“Kami jelas prihatin dengan meningkatnya jumlah yang kami saksikan dalam beberapa hari terakhir. Ini masih situasi yang sangat serius,” kata Mikakos kepada wartawan pada konferensi media televisi di Melbourne seperti dilansir dari Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Cari Keadilan, Arief...
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Ajukan PK ke Mahkamah Agung
Kepala BSKDN Kemendagri:...
Kepala BSKDN Kemendagri: Inovasi Kunci Pembangunan Daerah
Berita Terkini
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved