Nyatakan Jihad, Mufti Tadzhuddin Fatwakan Muslim Rusia Wajib Perang di Ukraina
Selasa, 10 Mei 2022 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi siapa pun yang mengambil bagian dalam membela tanah air dan kesucian kita...Dalam semua agama monoteistik, ini dianggap perang suci untuk membela tanah air. Ini tidak dilakukan dengan penindasan atau paksaan," paparnya.
"Jadi seorang [Muslim] yang mati saat berpartisipasi dalam perang ini dianggap syahid."
“Kami membela tanah air kami. [Ukraina] adalah tetangga kami. Dari sana, pada tahun 1941, jutaan [tentara] tentara fasis Jerman memasuki [Rusia]. Orang tua kami dan kakek saya melawan mereka dan mencapai sampai ke Berlin, dan sebelum itu, pada zaman Napoleon, ke Paris, jadi ini tidak terbantahkan," paparnya.
Dia lantas membahas sejarah pendirian AS, negara rival terkuat Rusia saat ini.
"Di Amerika, ketika mereka mendirikan negara mereka, mereka mulai dengan memusnahkan orang Indian dan bison. Di sini, mereka mendirikan negara mereka. Apakah ini harus terulang di Irak, di Libya, di Suriah, atau di Afghanistan?" imbuh dia, merujuk pada anggapan Kremlin bahwa Kiev adalah pemerintah boneka Washington sejak revolusi Maidan 2014.
"Jadi seorang [Muslim] yang mati saat berpartisipasi dalam perang ini dianggap syahid."
“Kami membela tanah air kami. [Ukraina] adalah tetangga kami. Dari sana, pada tahun 1941, jutaan [tentara] tentara fasis Jerman memasuki [Rusia]. Orang tua kami dan kakek saya melawan mereka dan mencapai sampai ke Berlin, dan sebelum itu, pada zaman Napoleon, ke Paris, jadi ini tidak terbantahkan," paparnya.
Dia lantas membahas sejarah pendirian AS, negara rival terkuat Rusia saat ini.
"Di Amerika, ketika mereka mendirikan negara mereka, mereka mulai dengan memusnahkan orang Indian dan bison. Di sini, mereka mendirikan negara mereka. Apakah ini harus terulang di Irak, di Libya, di Suriah, atau di Afghanistan?" imbuh dia, merujuk pada anggapan Kremlin bahwa Kiev adalah pemerintah boneka Washington sejak revolusi Maidan 2014.
(min)
Lihat Juga :