Komandan Ukraina: Kiev Berbohong pada Pasukannya yang Dikepung Rusia
Senin, 09 Mei 2022 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
Kota yang mengalami kehancuran besar itu sekarang hampir seluruhnya dikendalikan pasukan Rusia, dengan pabrik baja Azovstal tetap menjadi kantong terakhir perlawanan Ukraina.
Prajurit dan pejuang nasionalis Kiev dari Batalyon Azov yang terkenal kejam, yang bersembunyi di kompleks pabrik besar itu, telah diberi banyak kesempatan untuk meletakkan senjata mereka oleh Rusia, tetapi mereka menolak semuanya.
Moskow telah mengatakan mereka yang berada di dalam pabrik ingin menyerah, tetapi tidak dapat melakukannya karena keengganan Kiev memberikan perintah yang relevan.
Rusia menyerang negara tetangganya menyusul kegagalan Ukraina menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Perancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan NATO.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
Prajurit dan pejuang nasionalis Kiev dari Batalyon Azov yang terkenal kejam, yang bersembunyi di kompleks pabrik besar itu, telah diberi banyak kesempatan untuk meletakkan senjata mereka oleh Rusia, tetapi mereka menolak semuanya.
Moskow telah mengatakan mereka yang berada di dalam pabrik ingin menyerah, tetapi tidak dapat melakukannya karena keengganan Kiev memberikan perintah yang relevan.
Rusia menyerang negara tetangganya menyusul kegagalan Ukraina menerapkan persyaratan perjanjian Minsk, yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Moskow atas republik Donbass, Donetsk dan Lugansk.
Protokol Minsk yang ditengahi Jerman dan Perancis dirancang untuk memberikan status khusus kepada daerah-daerah yang memisahkan diri di dalam negara Ukraina.
Kremlin sejak itu menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan NATO.
Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim pihaknya berencana merebut kembali kedua republik dengan paksa.
(sya)
Lihat Juga :