Strategi Baru AS Berusaha Persenjatai Jepang untuk Lawan China
Rabu, 04 Mei 2022 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Menlu Rusia: Barat Baru Saja Mencuri Lebih dari Rp4.356 Triliun dari Moskow
Dalam laporan, yang dipublikasikan RAND pada Senin, Hornung berpendapat, “Kemungkinan penerimaan untuk menampung sistem semacam itu sangat rendah selama kondisi politik domestik saat ini dan tren keamanan regional bertahan,” menunjuk secara khusus ke Thailand, Australia, Korea Selatan (Korsel), Filipina dan Jepang.
“Selama Thailand memiliki pemerintah yang didukung militer yang menunjukkan kecenderungan untuk mengejar hubungan yang lebih dekat dengan China, AS tidak akan ingin menempatkan rudal di sana dan Thailand tidak akan mungkin menerima jika diminta,” ujar Hornung.
Dia menambahkan, “Filipina juga sangat tidak mungkin menerima rudal AS. Meskipun publik dan elit Filipina umumnya mendukung Amerika Serikat dan aliansi, Presiden Rodrigo Duterte telah mengejar kebijakan yang berdampak negatif terhadap hubungan.”
Menurut laporan itu, pemerintah Korea Selatan (Korsel) juga memiliki hubungan dengan China dan rentan terhadap tekanan China, dengan Seoul "sangat tidak mungkin" menyetujui menjadi tuan rumah rudal AS di tengah "kemerosotan umum hubungan AS-Korsel."
Sementara Australia tampak seperti kandidat yang baik, terutama setelah pakta kapal selam AUKUS 2021 dan perkembangan lainnya, Canberra dikenal dengan “keengganan historis untuk menjadi tuan rumah pangkalan asing permanen.”
Australia juga terlalu jauh dari China untuk sistem rudal jarak menengah berbasis darat (GBIRM) menjadi efektif.
Dalam laporan, yang dipublikasikan RAND pada Senin, Hornung berpendapat, “Kemungkinan penerimaan untuk menampung sistem semacam itu sangat rendah selama kondisi politik domestik saat ini dan tren keamanan regional bertahan,” menunjuk secara khusus ke Thailand, Australia, Korea Selatan (Korsel), Filipina dan Jepang.
“Selama Thailand memiliki pemerintah yang didukung militer yang menunjukkan kecenderungan untuk mengejar hubungan yang lebih dekat dengan China, AS tidak akan ingin menempatkan rudal di sana dan Thailand tidak akan mungkin menerima jika diminta,” ujar Hornung.
Dia menambahkan, “Filipina juga sangat tidak mungkin menerima rudal AS. Meskipun publik dan elit Filipina umumnya mendukung Amerika Serikat dan aliansi, Presiden Rodrigo Duterte telah mengejar kebijakan yang berdampak negatif terhadap hubungan.”
Menurut laporan itu, pemerintah Korea Selatan (Korsel) juga memiliki hubungan dengan China dan rentan terhadap tekanan China, dengan Seoul "sangat tidak mungkin" menyetujui menjadi tuan rumah rudal AS di tengah "kemerosotan umum hubungan AS-Korsel."
Sementara Australia tampak seperti kandidat yang baik, terutama setelah pakta kapal selam AUKUS 2021 dan perkembangan lainnya, Canberra dikenal dengan “keengganan historis untuk menjadi tuan rumah pangkalan asing permanen.”
Australia juga terlalu jauh dari China untuk sistem rudal jarak menengah berbasis darat (GBIRM) menjadi efektif.
Lihat Juga :