Trump: Putin Tidak Menghormati Kepemimpinan Amerika Lagi
Selasa, 03 Mei 2022 - 21:14 WIB
loading...
A
A
A
“Anda tidak berbicara tentang senjata nuklir, Anda hanya tidak membicarakannya, itu terlalu menghancurkan,” kata Trump, juga menunjukkan bahwa pemerintahannya benar-benar membangun kembali persenjataan nuklirnya karena “orang lain” melakukan hal yang sama.
"Putin hanya membicarakannya sekarang karena dia tidak menghormati kepemimpinan AS," ujar Trump.
Serangan Rusia ke Ukraina terjadi karena kelemahan dan ketidakmampuan AS di bawah Biden, yang katanya ditunjukkan oleh penarikan tergesa-gesa dari Afghanistan tahun lalu.
Baca juga: Biden Haramkan Kapal Rusia Berlabuh di AS
Pekan lalu, Putin memperingatkan pasukan luar agar tidak ikut campur dalam konflik Ukraina, menjanjikan respons “secepat kilat” terhadap tindakan semacam itu dengan menggunakan persenjataan paling canggih Moskow.
Dia menambahkan bahwa pihak berwenang Rusia telah membuat semua keputusan yang diperlukan untuk mempersiapkan respons seperti itu.
Sementara itu, dalam wawancara baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa ketika Trump masih menjadi presiden, Moskow mencoba membujuknya untuk berkomitmen kembali pada pernyataan 1987 oleh para pemimpin AS dan Soviet bahwa tidak ada pemenang dalam perang nuklir, dan perang seharusnya tidak pernah terjadi.
"Putin hanya membicarakannya sekarang karena dia tidak menghormati kepemimpinan AS," ujar Trump.
Serangan Rusia ke Ukraina terjadi karena kelemahan dan ketidakmampuan AS di bawah Biden, yang katanya ditunjukkan oleh penarikan tergesa-gesa dari Afghanistan tahun lalu.
Baca juga: Biden Haramkan Kapal Rusia Berlabuh di AS
Pekan lalu, Putin memperingatkan pasukan luar agar tidak ikut campur dalam konflik Ukraina, menjanjikan respons “secepat kilat” terhadap tindakan semacam itu dengan menggunakan persenjataan paling canggih Moskow.
Dia menambahkan bahwa pihak berwenang Rusia telah membuat semua keputusan yang diperlukan untuk mempersiapkan respons seperti itu.
Sementara itu, dalam wawancara baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa ketika Trump masih menjadi presiden, Moskow mencoba membujuknya untuk berkomitmen kembali pada pernyataan 1987 oleh para pemimpin AS dan Soviet bahwa tidak ada pemenang dalam perang nuklir, dan perang seharusnya tidak pernah terjadi.
Lihat Juga :