Kelompok Al-Shabaab Serang Pangkalan Uni Afrika
Selasa, 03 Mei 2022 - 19:22 WIB
loading...
A
A
A
Klaimnya tersebut tidak dapat diverifikasi dan tidak ada komentar langsung dari misi transisi AU di Somalia, atau ATMIS.
"Orang-orang bersenjata al-Shabaab menyerbu kamp pagi-pagi sekali, terjadi ledakan hebat dan baku tembak senapan mesin. Orang-orang Burundi mengosongkan kamp dan memasuki desa Ceel Baraf sebelum helikopter tiba memberikan dukungan udara," kata seorang saksi, warga setempat Weliyow Maalim.
"Helikopter menembakkan rudal dan senapan mesin berat, kami melihat asap membumbung di atas kamp tetapi kami tidak tahu persis situasinya," kata saksi mata lainnya, Ahmed Adan.
ATMIS menggantikan pasukan penjaga perdamaian sebelumnya AMISOM ketika mandatnya berakhir pada akhir Maret.
Baca juga: Bom Rakitan Al-Shabab Meledak di Luar Gedung Sekolah, 8 Tewas
Misi baru memiliki tugas membantu pasukan Somalia mengambil tanggung jawab utama untuk keamanan di negara Tanduk Afrika yang bermasalah itu.
Di bawah resolusi PBB, ATMIS diproyeksikan untuk secara bertahap mengurangi tingkat staf dari hampir 20.000 tentara, polisi dan warga sipil menjadi nol pada akhir 2024.
"Orang-orang bersenjata al-Shabaab menyerbu kamp pagi-pagi sekali, terjadi ledakan hebat dan baku tembak senapan mesin. Orang-orang Burundi mengosongkan kamp dan memasuki desa Ceel Baraf sebelum helikopter tiba memberikan dukungan udara," kata seorang saksi, warga setempat Weliyow Maalim.
"Helikopter menembakkan rudal dan senapan mesin berat, kami melihat asap membumbung di atas kamp tetapi kami tidak tahu persis situasinya," kata saksi mata lainnya, Ahmed Adan.
ATMIS menggantikan pasukan penjaga perdamaian sebelumnya AMISOM ketika mandatnya berakhir pada akhir Maret.
Baca juga: Bom Rakitan Al-Shabab Meledak di Luar Gedung Sekolah, 8 Tewas
Misi baru memiliki tugas membantu pasukan Somalia mengambil tanggung jawab utama untuk keamanan di negara Tanduk Afrika yang bermasalah itu.
Di bawah resolusi PBB, ATMIS diproyeksikan untuk secara bertahap mengurangi tingkat staf dari hampir 20.000 tentara, polisi dan warga sipil menjadi nol pada akhir 2024.
Lihat Juga :