Minggu Depan, AS-Rusia Bahas Perjanjian Kontrol Senjata di Austria

Sabtu, 20 Juni 2020 - 15:17 WIB
loading...
Minggu Depan, AS-Rusia...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat (AS) Marshall Billingslea akan melakukan perjalanan ke Austria pada Senin dan Selasa guna membahas topik yang disepakati bersama terkait masa depan perjanjian pengendalian senjata dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov. Demikian pernyataan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS.

"Amerika Serikat telah memperluas undangan terbuka ke Republik Rakyat China untuk bergabung dalam diskusi ini, dan telah memperjelas perlunya ketiga negara untuk mengejar negosiasi pengendalian senjata dengan itikad baik," kata Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/6/2020).

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali meminta China untuk bergabung dengan Amerika Serikat dan Rusia dalam pembicaraan mengenai perjanjian pengendalian senjata nuklir untuk menggantikan perjanjian New START 2010.

Perjanjian New START , yang memberlakukan batas terakhir penyebaran senjata nuklir strategis yang tersisa di AS dan Rusia masing-masing tidak lebih dari 1.550, berakhir pada bulan Februari mendatang.

China, diperkirakan memiliki sekitar 300 senjata nuklir, telah berulang kali menolak proposal Trump.

Minggu lalu, Billingslea mengatakan bahwa dia telah setuju dengan Ryabkov tentang waktu dan tempat untuk negosiasi pada bulan Juni. (Baca: Bulan Ini, AS-Rusia Duduk Satu Meja Bahas Kontrol Senjata Nuklir )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved