Perbandingan Kondisi Libya Era Gaddafi dan Setelah Dia Tewas Saat Invasi NATO

Sabtu, 30 April 2022 - 04:30 WIB
loading...
A A A
Ketika Gaddafi mengambil alih kekuasaan, minyak dijadikan sumber penghasilan utama Libya saat itu.

Penghasilan minyak Libya dijadikan sebagai alat untuk menyejahterakan rakyat Libya yang saat itu masih sangat tertinggal dibandingan bangsa lain.

Salah satu kebijakan penting Gaddafi adalah nasionalisasi perusahaan minyak swasta British Petroleum (BP) dan membentuk National Oil Corporation (NOC) yang membentuk sistem ekonomi yang lebih sosialis dibandingkan sebelumnya yang sangat kapitalis.

Dengan kebijakan tersebut, Libya menjadi negara yang sangat sejahtera. Perbaikan dari segala sektor seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, kebersihan, lapangan kerja, subsidi listrik, dan lain-lain membuat rakyat Libya menjadi sangat sejahtera.

Hal ini bisa dibuktikan dengan survei Human Development Index 2011 yang dilakukan oleh PBB. PBB menyebut Libya sebagai negara berkembang yang paling progresif perkembangannya.

Libya berubah dari negara termiskin di Afrika menjadi negara termakmur di Afrika di tahun 2011 di bawah kekuasaan Gaddafi.

Human Development Index 2011 juga menyebutkan bahwa Libya yang awalnya tingkat literasinya hanya 6%, berubah menjadi 88,4%. Kemudian angka harapan hidup di Libya sangat tinggi yakni 74,5 tahun. Salah satu angka harapan hidup tertinggi di dunia saat itu.

Libya Setelah Era Gaddafi

Gaddafi dengan segala prestasinya ternyata tidak disukai oleh pemimpin Barat. Pemimpin Barat ini adalah aliansi NATO yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan negara sekutu NATO lainnya.

Gaddafi tidak menggunakan dana utang ke IMF seperti negara lain. Hal ini membuat Libya tidak bisa disetir oleh negara-negara adikuasa seperti Amerika Serikat dan Perancis untuk membuat kebijakan tertentu yang hanya menguntungkan segelintir kelompok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Mantan Tokoh MAGA Kecam...
Mantan Tokoh MAGA Kecam Serangan AS terhadap Iran
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
Trump Ancam Serang Lagi,...
Trump Ancam Serang Lagi, Iran Akan Tutup Total Selat Hormuz
Rekomendasi
Pura-Pura Pacaran, Berujung...
Pura-Pura Pacaran, Berujung Cinta Beneran? Ini Serunya Picked Up a Billionaire di V+Short
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Prancis vs Maroko Belum...
Prancis vs Maroko Belum Kick-off, Jurnalis Malah Adu Jotos
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved