Pilot Rusia yang Dibebaskan dari Penjara AS: Saya Diculik, Disiksa sampai Tak Ingin Hidup

Jum'at, 29 April 2022 - 14:06 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2020, dia dijatuhi hukuman sembilan tahun setelah dinyatakan bersalah membahayakan "kehidupan dan kesehatan" personel penegak hukum.

Yaroshenko selalu mempertahankan ketidakbersalahannya, menyatakan bahwa dia hanya terjebak di tengah permainan politik besar AS melawan Rusia.

“Itu adalah pengaturan murni, provokasi hanya diperlukan untuk mencapai tujuan yang dikejar oleh otoritas Amerika,” kata pilot yang dipulangkan. “Semua tuduhan terhadap saya hanyalah tabir asap untuk menutupi tujuan sebenarnya yang coba dicapai oleh otoritas AS. Sehubungan dengan saya dan dalam kaitannya dengan, mungkin, warga negara lain, seperti Viktor Bout.”

Bout adalah seorang pengusaha Rusia yang ceritanya memiliki kesamaan yang mencolok dengan kesulitan Yaroshenko. Bout ditahan pada 2008 di Thailand atas permintaan otoritas AS dan kemudian dipindahkan ke AS, di mana dia dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada 2012 atas dugaan keterlibatannya dalam plot penyelundupan senjata.

Sekarang, Yaroshenko berencana untuk mencoba dan membawa otoritas AS dan Liberia ke pengadilan atas kesulitan yang dia alami dan pelanggaran sistematis hak asasi manusia yang dia rasakan.

“Saya akan mencoba menghadirkan semua [bukti], untuk menuntut pemerintah AS atas tindakannya terhadap saya. Hal yang sama [berlaku] untuk pemerintah Liberia,” katanya.

Yaroshenko berencana untuk memulai pertarungan di pengadilan Rusia. "Karena pengadilan internasional adalah 'boneka Amerika', hanya stempel karet 'perintah' Washington," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Jerman Khawatir Bom...
Jerman Khawatir Bom Nuklir AS Tak Bela NATO saat Perang Lawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved