Profil Nora Al Matrooshi, Wanita Berdarah Arab Pertama yang Menjadi Astronaut

Kamis, 28 April 2022 - 14:23 WIB
loading...
Profil Nora Al Matrooshi, Wanita Berdarah Arab Pertama yang Menjadi Astronaut
Nora Al Matrooshi, wanita berdarah Arab pertama yang menjadi astronaut. Foto/Khaleej Times
A A A
DUBAI - Nora Al Matrooshi menjadi salah satu wanita Arab yang mencatatkan sejarah di dunia. Perempuan asal Uni Emirat Arab (UEA) ini menjadi wanita berdarah Arab pertama di dunia yang menjadi astronaut.

Dikutip dari Khaleej Times, dia terpilih di antara ribuan pendaftar lain dalam Program Astronaut Uni Emirat Arab, April 2021. Nora bersama Mohammad Al Mulla dipilih dari sekitar 4.000 pendaftar yang nantinya akan mengikuti pelatihan dengan NASA untuk misi luar angkasa di masa depan.

Pada September 2021, Nora Al Matrooshi terbang ke Johnson Space Center NASA untuk berlatih dalam Kelas Calon Astronaut NASA tahun 2021. Program tersebut diikutinya mulai 1 Januari 2022 dan akan berlangsung selama dua tahun.

Baca juga: TV Pemerintah Rusia: Lenyapkan Saja Inggris dengan Rudal Nuklir Sarmat

Perempuan kelahiran 1993 ini nantinya akan berlatih dalam lima kategori utama. Termasuk di antaranya mengoperasikan dan memelihara sistem kompleks Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), pelatihan untuk spacewalks, mengembangkan keterampilan robotika, mengoperasikan jet pelatihan T-38 dengan aman, hingga keterampilan berbahasa Rusia.

Setelah memenuhi syarat, nantinya para astronaut termasuk Nora akan mendapat tugas atau misi penelitian di atas ISS atau melakukan misi luar angkasa lainnya.



Direktur Jenderal Mohammed bin Rashid Space Center (MBRSC), Salem Al Marri, mengaku sangat bangga memiliki Nora Al Matrooshi.

“Dia sangat patut untuk dicontoh, kemampuan kepemimpinan, kerendahan hati, serta kebijaksanaan di luar usianya. Dia adalah panutan bagi pria maupun wanita dan membuka jalan bagi generasi mendatang untuk mengejar impian mereka tanpa hambatan,” tulisnya di Twitter.

Sebelum terpilih menjadi astronaut wanita Arab pertama, Nora merupakan seorang insinyur mekanik dari Universitas Uni Emirat Arab. Sejak dini, dia sudah memiliki cita-cita untuk mengembangkan sektor luar angkasa di UEA dan pada akhirnya mendapat kesempatan untuk menjadi astronaut dan melakukan misi luar angkasa.

Dia menjadi salah satu dari wanita Arab yang mencatatkan sejarah, termasuk Perdana Menteri wanita pertama Tunisia, Najla Bouden, serta beberapa wanita lainnya.
(min)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1952 seconds (10.101#12.26)