Loyalis Putin: Ini Memang Perang Dunia III, Kita Semua Akan Mati
Kamis, 28 April 2022 - 06:34 WIB
loading...
Wilayah Ukraina saat dibombardir Rusia di awal-awal invasi. Para pakar dan jurnalis Rusia loyalis Presiden Vladimir Putin menggambarkan perang di Ukraina sudah berubah jadi Perang Dunia III. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Para penyiar televisi Rusia loyalis Presiden Vladimir Putin menggambarkan apa yang terjadi saat ini bukan lagi perang Moskow di Ukraina , tapi Perang Dunia III . Mereka bahkan menyatakan siap mati.
Retorika mengerikan itu muncul pada Selasa, sehari sebelum Putin meningkatkan ancaman serangan nuklir terhadap negara-negara NATO yang dia anggap ikut campur dalam perang Moskow di Ukraina.
"Kami memiliki semua alat untuk ini, yang tidak dapat dibanggakan oleh orang lain,” kata Putin di depan anggota Parlemen Rusia pada Rabu, mengacu pada rudal balistik antarbenua (ICBM) yang juga hipersonik RS-28 Sarmat atau Setan II—senjata yang masing-masing dapat membawa hulu 15 ledak nuklir. Senjata itu telah sukses diuji coba baru-baru ini.
“Kami tidak akan membual tentang itu, kami akan menggunakannya, jika diperlukan. Dan saya ingin semua orang tahu itu," ujarnya. "Semua keputusan tentang masalah ini telah diambil."
Baca juga: Putin Ancam Serang NATO dengan Nuklir, Isyarat Bakal Perang Dunia III
Selama siaran program "60 Minutes" hari Selasa, Vladimir Avatkov dari Akademi Diplomatik Rusia Kementerian Luar Negeri menyampaikan perspektif Orwellian tentang peristiwa terkini.
“Apa yang terjadi saat ini bukan tentang Ukraina, tetapi tentang tatanan dunia masa depan, yang tidak memiliki ruang untuk hegemoni dan di mana Rusia tidak dapat diisolasi," katanya.
Retorika mengerikan itu muncul pada Selasa, sehari sebelum Putin meningkatkan ancaman serangan nuklir terhadap negara-negara NATO yang dia anggap ikut campur dalam perang Moskow di Ukraina.
"Kami memiliki semua alat untuk ini, yang tidak dapat dibanggakan oleh orang lain,” kata Putin di depan anggota Parlemen Rusia pada Rabu, mengacu pada rudal balistik antarbenua (ICBM) yang juga hipersonik RS-28 Sarmat atau Setan II—senjata yang masing-masing dapat membawa hulu 15 ledak nuklir. Senjata itu telah sukses diuji coba baru-baru ini.
“Kami tidak akan membual tentang itu, kami akan menggunakannya, jika diperlukan. Dan saya ingin semua orang tahu itu," ujarnya. "Semua keputusan tentang masalah ini telah diambil."
Baca juga: Putin Ancam Serang NATO dengan Nuklir, Isyarat Bakal Perang Dunia III
Selama siaran program "60 Minutes" hari Selasa, Vladimir Avatkov dari Akademi Diplomatik Rusia Kementerian Luar Negeri menyampaikan perspektif Orwellian tentang peristiwa terkini.
“Apa yang terjadi saat ini bukan tentang Ukraina, tetapi tentang tatanan dunia masa depan, yang tidak memiliki ruang untuk hegemoni dan di mana Rusia tidak dapat diisolasi," katanya.
Lihat Juga :