Muslim Delhi Jadi Korban Penggusuran, India Tiru Cara-cara Israel?
Kamis, 21 April 2022 - 19:06 WIB
loading...
A
A
A

Sekelompok pengacara mengajukan permohonan mendesak ke Mahkamah Agung India pada Rabu pagi untuk tetap dalam upaya anti-pelanggaran.
Pada pukul 11 pagi hari itu, pengadilan memutuskan bahwa status quo harus dipertahankan hingga 5 Mei untuk sidang berikutnya tentang masalah tersebut.
Tapi buldoser terus menghancurkan tangga dan beranda beberapa toko dan rumah di jalan sampai sekitar 11:30 sebelum mereka berhenti. Aparat mengatakan mereka sekarang telah menerima perintah pengadilan untuk menghentikan penggusuran.
Salah satu bangunan yang dihancurkan oleh dinas sipil adalah satu hotel yang terletak di sebelah masjid, milik Mohammad Afsar, 38 tahun. Dia mengaku telah tinggal di daerah itu selama beberapa dekade.
"Mereka (pejabat sipil) dapat dengan mudah menghentikan pembongkaran, terutama setelah perintah pengadilan. Jika mereka menunggu 10 menit, hotel kami akan diselamatkan," ujar dia.
"Mengapa terburu-buru? Mereka seharusnya memberi kami setidaknya satu atau dua hari peringatan," ujar Afsar.
Banyak orang mengkonfirmasi kepada Sputnik bahwa tidak ada pemberitahuan yang diberikan kepada warga sebelum pembongkaran dilakukan.
NDMC mengatakan buku peraturannya memungkinkan mereka menghapus semua struktur ilegal yang dibangun di trotoar dan jalan.
Amit Dwivedi, advokat Pengadilan Tinggi Delhi, mengatakan, "Sebagian besar waktu, MCD wajib memberikan pemberitahuan setidaknya 30 hari sebelumnya. Namun, ada pengecualian ketika MCD dapat menggusur tetapi kemudian harus menjelaskan urgensi situasi."
“Namun otoritas sipil belum menjelaskan urgensi untuk melakukan pembongkaran,” papar Dwivedi.
Banyak warga yang juga geram dengan dibobolnya pintu masjid.
"Jika ada konstruksi ilegal, hancurkan. Tapi hukum harus sama untuk semua orang. Jika masjid di tempat yang salah, kuil juga di tempat yang salah," tegas Shehnaz Begum, seorang warga Muslim.
"Apakah Anda (BJP) mencoba menghentikan kami mengikuti praktik keagamaan kami?" tanya Begum.
Lihat Juga :