Dokumen Ungkap Putin Cegah Obama Ciptakan Negara Palestina

Jum'at, 19 Juni 2020 - 11:14 WIB
loading...
A A A
Kebijakan AS secara tradisional adalah sebagai pelindung diplomatik Israel, melindungi negara mayoritas Yahudi itu dari resolusi yang merugikannya. Namun, abstainnya pemerintah Obama kala itu muncul sebagai kejutan, yang menarik reaksi keras dari para pejabat Israel. Bahkan saat itu para pejabat Zionis Israel menggambarkannya sebagai dukungan "resolusi anti-Israel yang ekstrem di belakang punggung Israel yang akan menjadi pemicu teror dan boikot."

Israel Hayom melaporkan awal pekan ini bahwa Netanyahu menghubungi Putin setelah mengetahui tentang rencana Obama, dengan mengatakan perkembangan seperti itu dapat mengacaukan keseimbangan kekuatan yang selalu rapuh di Timur Tengah. Kedua pemimpin telah melakukan kontak dekat untuk mengoordinasikan masalah militer dan keamanan yang berkaitan dengan kehadiran Rusia di Suriah. (Baca juga: Rusia: Perdamaian Berada di Tangan Masyarakat Palestina dan Israel )

Transkrip percakapan telepon Kislyak-Flynn yang dikutip oleh Jerusalem Post mengutip pejabat Rusia yang mengatakan; "Kami ingin menyampaikan kepada Anda dan melalui Anda kepada presiden terpilih bahwa kami memiliki keraguan signifikan tentang gagasan mengadopsi sekarang prinsip-prinsip untuk Timur Tengah bahwa rekan kerja Amerika kita mendorong untuk (itu)."

Menteri Luar Negeri pemerintah Obama kala itu; John Kerry, kemudian menyadari bahwa veto Rusia membuyarkan harapan mereka untuk meloloskan resolusi 2334 DK PBB. (Simak juga: Mahfud MD Tegaskan Kawasan Perbatasan Jadi Perhatian Presiden )
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Berita Terkini
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved