PBB: Imbas Perang Rusia-Ukraina, Negara Miskin Hadapi Krisis Pangan dan Energi

Kamis, 14 April 2022 - 05:22 WIB
loading...
PBB: Imbas Perang Rusia-Ukraina,...
PBB: Imbas Perang Rusia-Ukraina, Negara Miskin Hadapi Krisis Pangan dan Energi. FOTO/Reuters
A A A
JENEWA - Negara-negara miskin menghadapi kehancuran ekonomi akibat krisis pangan, energi, dan keuangan secara simultan akibat gangguan pasokan yang disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina . Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, Rabu (13/4/2022).

Rusia adalah pengekspor gabungan minyak dan gas terbesar dunia. Sementara Rusia dan Ukraina adalah produsen utama biji-bijian. Kedua negara menyumbang sekitar sepertiga dari ekspor global. Kini harga komoditas dunia telah mencapai rekor, merugikan negara-negara yang bergantung pada impor.

Baca: Mobilisasi Produsen Senjata, Biden Bakal Kirim Bantuan Rp10,7 Triliun ke Ukraina

"Perang itu membebani krisis tiga dimensi - pangan, energi, dan keuangan - yang menghantam beberapa orang, negara, dan ekonomi paling rentan di dunia," kata Guterres kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters.

Guterres merilis laporan oleh gugus tugas krisis yang dia bentuk tak lama setelah Rusia invasi dimulai pada 24 Februari. "Kita sekarang menghadapi badai sempurna yang mengancam akan menghancurkan ekonomi banyak negara berkembang," kata Guterres.

Menurutnya, hingga 1,7 miliar orang - sepertiga sudah hidup dalam kemiskinan - telah dibiarkan "sangat terpapar" pada gangguan makanan, energi dan keuangan, yang memicu peningkatan kemiskinan dan kelaparan.

Baca: Pertama Kalinya, Biden Sebut Putin Lakukan Genosida di Ukraina

"Orang-orang yang paling rentan di seluruh dunia tidak dapat menjadi korban kerusakan dalam bencana lain yang tidak mereka tanggung," lanjutnya. Dia mengatakan, 36 negara mengandalkan Rusia dan Ukraina untuk lebih dari setengah impor gandum mereka, termasuk beberapa yang termiskin dan paling rentan di dunia.

Laporan tersebut merekomendasikan untuk memastikan aliran makanan dan energi yang stabil melalui pasar terbuka, dan reformasi sistem keuangan internasional. Negara-negara dapat menggunakan krisis untuk bekerja menuju penghapusan batu bara dan bahan bakar fosil lainnya secara bertahap dan mempercepat penyebaran energi terbarukan."Yang terpenting, perang ini harus diakhiri," kata Guterres.



Ia juga menyatakan, gencatan senjata kemanusiaan di Ukraina tampaknya tidak mungkin tercapai saat ini. "Saat ini gencatan senjata global di Ukraina tampaknya tidak mungkin," kata Guterres kepada wartawan.

"Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menjamin evakuasi warga sipil," kata Guterres. Dia mengatakan, PBB telah membuat proposal ke Rusia untuk "mempersatukan para pihak dan mengelola" akses kemanusiaan, gencatan senjata lokal dan evakuasi warga sipil. Menurutnya, kini PBB sedang menunggu tanggapan dari Rusia.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
Iran Bantah Luncurkan...
Iran Bantah Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi
Rekomendasi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Berita Terkini
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved