AS Tingkatkan Gudang Senjata Nuklir di Inggris, Diduga untuk Bom Atom Terbaru

Rabu, 13 April 2022 - 13:09 WIB
loading...
AS Tingkatkan Gudang...
Bom atom B61-12 dijatuhkan dari jet tempur F-35 Lightning Angkatan Udara AS. Foto/DODs F-35 Joint Program Office
A A A
WASHINGTON - Pada 2008, Amerika Serikat (AS) memindahkan bom nuklir B61 dari pangkalan udara Lakenheath. Langkah itu mengakhiri lebih dari setengah abad penyimpanan senjata nuklir di negara itu.

Bom gravitasi sebagian besar dianggap sebagai senjata usang pada saat penarikan, dan prospek perlucutan senjata nuklir meningkat.

Menurut catatan anggaran pertahanan AS tahun fiskal 2023, bunker militer di Inggris sedang diperbaharui sehingga dapat digunakan lagi untuk menyimpan senjata nuklir AS setelah absen selama 14 tahun.

Baca juga: Pemimpin Chechnya: Lebih dari 1.000 Marinir Ukraina Menyerah di Mariupol

Seperti yang ditunjukkan dokumen itu, Inggris ditambahkan ke daftar negara di mana investasi infrastruktur NATO selama 13 tahun sedang berlangsung di lokasi penyimpanan "senjata khusus", bersama Belgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki, semua negara tempat AS menyimpan sekitar 100 bom nuklir B61.

Baca juga: Terungkap, Ragam Strategi AS Mempersenjatai Ukraina

“NATO sedang menyelesaikan program investasi infrastruktur 13 tahun senilai USD384 juta di lokasi penyimpanan di Belgia, Jerman, Italia, Belanda, Inggris, dan Turki untuk meningkatkan langkah-langkah keamanan, sistem komunikasi, dan fasilitas," ungkap data permintaan anggaran untuk 2023.

Baca juga: Putin: Perundingan Damai Rusia-Ukraina Macet
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Bus Jatuh ke Jurang...
Bus Jatuh ke Jurang Tewaskan Setidaknya 40 Orang di Pakistan
Trump Klaim Bikin Iran...
Trump Klaim Bikin Iran Tak Berkutik: Kita Hancurkan Rudal Iran
Rekomendasi
Bambang Saputra: Musyawarah...
Bambang Saputra: Musyawarah Harus Jadi Dasar Pembentukan UU
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kanada vs Maroko: Mampukah...
Kanada vs Maroko: Mampukah The Canucks Akhiri Kutukan?
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved